Perwakilan Facebook akhirnya ketemu Menkominfo bahas hoax

Perwakilan Facebook akhirnya ketemu Menkominfo bahas hoax
Pertemuan Kemkominfi dengan Facebook. ©2017 Merdeka.com
TEKNOLOGI | 14 Februari 2017 18:50 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara baru saja menemui perwakilan dari Facebook global di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Selasa (14/2). Perwakilan Facebook yang hadir yakni Global Head of Content Policy Facebook, Monica Bickert dan Head of Public Policy Facebook Southeast Asia, Alvin Tan.

Pertemuan tersebut membahas mengenai hoax yang tengah menjadi wabah di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Hoax ini menjadi viral di media sosial salah satunya Facebook.

Dalam pertemuan tertutup itu, dikatakan Dirjen Aplikasi dan Informatika (APTIKA) Kemkominfo, Samuel Abrijani Pangerapan, Facebook akan berkomitmen untuk lebih cepat merespons manakala ada aduan dari pemerintah.

Mekanismenya sama seperti pemblokiran situs-situs saat ini di mana hal itu harus dilaporkan terlebih dahulu ke Kemkominfo dan akan dikaji, jika terbukti baru pihaknya akan meminta Facebook untuk menghapus konten yang bersangkutan. Kecuali laporan tersebut berasal dari institusi yang berwenang, maka hal itu tidak akan dikaji oleh tim review dari Kemkominfo.

"Jadi konten-konten yang melanggar dan membahayakan. Misalnya saja konten yang menyerukan kebencian. Hal itu akan ditangani lebih serius dan lebih cepat oleh Facebook. Soal tindak lanjutnya itu ada di pihak Kepolisian," kata pria yang akrab disapa Semmy ini.

Menurut Semmy, berdasarkan data yang diterima sepanjang tahun 2016 hingga Januari 2017, ada sebanyak 1.572 konten hoax dan negatif yang dilaporkan ke pihak Facebook.

"Angka itu Facebook dan Instagram ya. Kalau jumlah yang sudah ditindaklanjuti oleh Facebook itu sekitar 60 persen dari jumlah laporan kita ke mereka," ungkap dia.

Hanya saja, kata dia, dengan komitmen Facebook ke pemerintah, maka diharapkan ke depan respons mereka terhadap konten yang membahayakan maupun melanggar harus lekas ditindaklanjuti.

"Kalau ngomong soal digital, sejam aja konten bisa viral kemana-mana. Makanya, kita minta segera ketika ada konten yang terindikasi hal itu," tuturnya.

Dikatakannya, Menkominfo juga mengharapkan agar Facebook memiliki kantor resmi di Indonesia. Hal ini supaya memudahkan koordinasi bilamana terjadi laporan dari pemerintah, seperti halnya Twitter yang telah memiliki kantor di Indonesia.

"Kami anjurkan saja kalau punya kantor di sini. Dalam pemikiran saya juga kalau meningkatkan service level agreement semestinya juga punya kantor kan. Pak Menkominfo mmberi ilustrasi seperti Twitter dan Google. Jadi komunikasi juga lebih lancar," jelas dia. (mdk/idc)

Baca juga:
Banyak berita tipu-tipu makin buat masyarakat tabayyun
Jerman ancam denda Facebook jika tak mampu saring berita hoax
Masyarakat sering dapatkan berita tipu-tipu di media sosial
Perwakilan Facebook direncanakan bertemu Menkominfo pekan depan
Menkominfo ajak netizen ramai-ramai perangi hoax
Aher soal Hari Pers Nasional: Teguhkan Peran Pers melawan hoax

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami