Platform Indiegogo Undang Startup Indonesia ke Pasar Eropa dan Amerika Utara

TEKNOLOGI | 15 November 2019 12:52 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Platform pendukung startup dan perusahaan inovasi teknologi asal Amerika Serikat, Indiegogo, semakin fokus ke wilayah Asia termasuk Indonesia untuk mencari mitra startup teknologi yang ingin masuk ke pasar global terutama pasar Eropa dan Amerika Utara.

Andy Yang, Chief Executive Officer (CEO) Indiegogo, menjelaskan Indiegogo punya tim di Asia, tepatnya di kota Shenzen (China) untuk menjangkau dan melayani startup dan perusahaan teknologi di wilayah Asia termasuk Indonesia, yang ingin memasarkan produknya ke pasar global. Selama ini platformnya fokus membantu startup, inovator, atau perusahaan teknologi di sektor consumer electronics, hardware OEM, hingga komik dan film.

Dia mencontohkan platformnya juga membantu pemasaran produk dari perusahaan teknologi besar hingga perusahaan rintisan, seperti produk mini treadmill Xiaomi (China) hingga Cubo AI baby monitor (Taiwan).

Startup teknologi yang sedang mencari pendanaan, modal kerja, atau ingin melakukan prapenjualan ke pasar global seperti Eropa dan Amerika Utara bisa menggunakan platform Indiegogo. Terutama hardware manufaktur (OEM) yang ingin mengetes dahulu produknya sebelum betul-betul masuk ke paasar.

"Kami memang mencari startup teknologi asal Taiwan, Jepang, Hong Kong hingga Indonesia yang ingin memasarkan produknya ke pasar dunia. Platform Indiegogo bisa membantu mereka mengenal potensial kustomer dan pasar yang tepat, sekaligus membantu strategi digital pemasarannya," ujar Yang saat dijumpai Merdeka.com dalam acara Meet Taipei 2019 di Taipei Expo Dome, Taiwan, kemarin (14/11).

1 dari 1 halaman

Enam layanan Indiegogo

 /></p>
<p style=2019 Merdeka.com

Menurutnya ada lima area yang ditawarkan Indiegogo kepada startup atau pengusaha teknologi. Pertama, platformnya membantu startup menyiapkan dan memproduksi cerita (storytelling) terkait produk dan kampanye yang kreatif sehingga menarik calon kustomer.

Kedua, membantu memanfaatkan layanan digital seperti media sosial Facebook atau Instagram untuk menyebarkan pesan produknya.

Ketiga, menyiapkan strategi kampanye yang baik untuk mengoptimalkan website/platform yang bersangkutan untuk memperoleh kustomer.

Keempat, melakukan kegiatan pemasaran pre-launch untuk mengetes pasar seperti dalam hal harga jual produk dan respons terhadap produk oleh audien, sebelum betul-betul produknya dijual ke pasar.

Kelima, Indiegogo menyiapkan layanan bersifat kustomisasi dan berkelanjutan terhadap setiap startup. Bukan layanan yang hanya berdurasi 60 hari atau maksimal 90 hari.

Keenam, bermitra dengan banyak korporasi besar di sektor produk elektronik supaya produk startup yang dibantu mendapat standarisasi, kepercayaan, bankable, dan menarik bagi investor.

"Indiegogo memiliki audien dan klub, yakni early adopters yang selalu penasaran tentang produk-produk tenologi atau inovasi terbaru. Jadi go global bersama Indiegogo," pungkas Yang.

(mdk/sya)