Polusi Cahaya di Perkotaan Makin Parah, Bisakah 'Dibersihkan?'

TEKNOLOGI | 13 November 2019 13:00 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Kala kita beranjak dari hiruk-pikuknya perkotaan ke pantai, gunung, atau pedesaan, hal yang paling mencolok adalah betapa cerahnya langit dengan bertaburnya bintang yang terlihat jelas.

Tak bisa dimungkiri kalau di kota, berbagai cahaya yang muncul dari gedung tinggi, lampu jalan, dan berbagai cahaya buatan manusia membuat langit yang seharusnya gelap, jadi terlihat buram.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Berikut penjelasan ilmiahnya.

1 dari 3 halaman

Penyebab Polusi Cahaya

Hal ini terjadi karena foton dari penerangan buatan yakni lampu, muncul dari segala arah, serta tertuju ke langit. Hal inilah yang membuat setiap malam kita seperti berada di bawah kabut pendaran cahaya.

Hal ini juga merusak pemandangan cahaya bintang, mengganggu observasi luar angkasa di Bumi, serta menyimpan resiko merusak habitat alami dan ekosistem binatang.

2 dari 3 halaman

Hal Negatif Dari Polusi Cahaya

Para aktivis lingkungan terkenal berang terhadap polusi cahaya.

Hal ini dikarenakan sumber daya listrik yang cepat atau lambat bakal menghabiskan sumber daya alami, dan menggerogoti keseimbangan alam pada akhirnya.

Contoh mudah, banyak sekali gedung tinggi, restoran, atau tempat lain yang justru menyalakan lampu neon box mereka di malam hari, padahal mereka tak buka dan tak ada aktivitas di dalam gedung tersebut.

Dalam hal ekosistem biologis, polusi cahaya juga membawa hal negatif. Sebuah organisasi non-profit bernama The International Dark Sky Association, menyatakan bahwa polusi cahaya telah membunuh puluhan ribu penyu yang masih tukik setiap tahunnya.

Penyu lahir di pantai, dan mereka hanya tahu arah untuk mencapai laut dengan menggunakan pendaran cahaya alami dari garis horison. Ketika banyak sekali polusi cahaya, bintang yang masih bayi tersebut kehilangan arah dan mati.

Hal ini juga berlaku pada burung yang bermigrasi. Arah navigasi mereka terbang hanya bergantung pada cahaya bulan dan bintang. Karena polusi cahaya, arah mereka jadi kacau dan berakhir di tempat yang sebenarnya bukan habitat asli mereka.

3 dari 3 halaman

Cara Atasi Polusi Cahaya

Dengan berbagai dampak negatif ini tentu kita berpikir, bagaimana caranya mengatasi polusi cahaya. Tentu kita juga tak ingin kembali ke zaman di mana lampu tidak digunakan dan berada pada era kegelapan. Namun jika polusi udara saja bisa sedikit demi sedikit diatasi, mengapa polusi cahaya tidak?

Ternyata, cara atasi polusi cahaya hanya satu saja. Secara sadar diri mengurangi polusi cahaya dari diri sendiri.

Tentu hal ini kembali pada kesadaran diri sendiri, di mana setiap orang harus mengurangi penerangan yang ada di eksterior bangunannya.

Tingkat kebutuhan dan tingkat tinggi rendahnya pendaran cahaya harus diperhatikan dan dikurangi jika tak perlu.

Yang paling penting adalah memperhatikan pendaran cahayanya, atau dengan kata lain, kita hanya menggunakan cahaya untuk sesuatu yang perlu diterangi. Hal ini agar cahaya tidak mengarah ke atas atau mengarah ke langit. (mdk/idc)

Baca juga:
Hypebeast Ramah Lingkungan, Sepatu Besutan Kanye West Ini Gunakan Busa dari Ganggang
Penjelasan Ilmiah Mengapa Air Dingin Mampu Segarkan Dahaga
Upaya Para YouTuber Mulia Tanam 20 Juta Pohon
NASA Siapkan Proyek Untuk Deteksi Air di Bulan
Anjing dan Kucing, Mana yang Lebih Cerdas?
5 Alasan Ilmiah Mengapa Kita Habiskan Berjam-jam Untuk Lihat Instagram Story
Ini Penjelasan Ilmiah Soal Perut Pria yang Makin Tua Makin Buncit