Radio Grup MARI Serempak Lakukan Siaran Dari Rumah

Radio Grup MARI Serempak Lakukan Siaran Dari Rumah
TEKNOLOGI | 20 Maret 2020 14:22 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Dimulai Selasa (17/3) lalu, secara serempak, seluruh unit radio station grup Mahaka Radio Integra (MARI) yang berlokasi di Jakarta melakukan "SIARAN DARI RUMAH".

Konsep siaran dari rumah ini merupakan turunan dari bentuk kegiatan bekerja dari rumah yang sangat disarankan oleh pemerintah.

Radio-radio tersebut adalah JAK 101 fm, GEN 98.7 fm, HOT 93.2 fm, KIS 95.1 fm, MUSTANG 88 fm dan MOST Radio 105.8 fm.

Meluasnya penyebaran COVID-19 tentu menjadi perhatian lebih bagi seluruh masyarakat Indonesia. Kondisi ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi unit-unit radiostation grup MARI dalam melakukan tugasnya sebagai media massa.

Sejak Indonesia divonis sebagai negara tertular COVID-19, MARI telah mengampanyekan #MARIsalingjaga sebagai langkah awal atau pengingat untuk bersikap serius tanpa panik berlebihan terhadap penularan virus tersebut.

1 dari 2 halaman

Dengan tidak mengesampingkan kesehatan para anggota timnya dan mendukung anjuran pemerintah dalam rangka pencegahan penularan, sebagai perusahaan yang berbasis audio content, MARI selalu mengedepankan sajian konten terbaik.

"Dengan teknologi yang variatif saat ini, sangat memungkinkan bagi tim MARI untuk tetap produktif. Siaran radio pun bisa dilakukan dari rumah untuk keadaan darurat seperti sekarang. Walau bekerja dari rumah, saya dan seluruh tim MARI tetap akan menjaga kualitas siaran dan service kami baik secara teknis maupun konten untuk hasil yang terbaik.", ungkap Adrian Syarkawie selaku CEO MARI, berdasarkan rilis yang diterima Merdeka.com, Jumat (20/3).

Pengalaman pertama melakukan siaran radio dari rumah, bahkan terpisah dari pasangan siaran dirasakan oleh hampir semua penyiar radio grup MARI.Salah satu tim yang merasakannya adalah Adhi, Ibel, Mike dan Pila dari Mustang Morning Squad (MMS) yang melakukan siaran secara terpisah dari rumah masing-masing.

"Funnn bgt, tapi jujur lebih deg-degan karena belum biasa kordinasi via onlineantar penyiar dan produser. Namun siaran seperti ini lebih berasa deket sama pendengar, selain siaran radio, kita juga LIVE di Instagram, personal banget dirumah dan kita ngobrol dengan pendengar tentang kegiatan seru apa yang biasanya dilakukan di rumah.", tulis Adhi.

Kedekatan dan kesamaan ini diharapkan dapat memperkuat ikatan antara radio dan pendengarnya, tentunya hal ini juga mempertajam posisi radio yang muncul sebagai teman sehari-hari bagi pendengarnya.

2 dari 2 halaman

Sesuai rencana, siaran dari rumah dilakukan hingga Minggu, 22 Maret 2020.

"Ini kunci kami sebagai radio, muncul sebagai teman bagi pendengarnya. Kami berharap keberadaan kami dapat membawa energi positif bagi pendengar. Kami juga sangat berharap, masyarakat Indonesia dapat menghadapi kondisi ini dengan bijak dan kuat, sehingga keseharian kita lekas kembali normal. Kami yakin Indonesia mampu," sambung Adrian. (mdk/idc)

Baca juga:
Dianggap Bug, Facebook Salah Blokir Ratusan Artikel Soal Corona
WhatsApp Versi 'KW' Populer di Benua Afrika, Mengapa?
Bos Instagram Sebut Facebook Sebagai 'Payung', Ini Maksudnya!
Twitter Imbau Karyawan Kerja Dari Rumah Untuk Hindari Corona
Dark Mode Adalah Fitur Paling Ditunggu di WhatsApp
Polisi Pantau Pelaku Penyebar Data Pribadi Pasien Virus Corona di Media Sosial
Petinggi Teknologi Ini Sebut TikTok 'Parasit', Mengapa?

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5