Rusia blokir aplikasi pesan Telegram

TEKNOLOGI | 18 April 2018 11:53 Reporter : Liputan6.com

Merdeka.com - Regulator telekomunikasi Rusia mulai memblokir akses aplikasi pesan singkat Telegram. Pemblokiran ini terpaksa dilakukan lantaran Telegram menolak membuka akses keamanan pesan rahasia para pengguna kepada pemerintah setempat.

Federal Service for Supervision of Communications, Information Technology and Mass Media atau Roskomnadzor pun sudah mengirimkan pemberitahuan kepada para operator telekomunikasi tentang pemblokiran akses Telegram di Rusia. Namun, untuk memblokir total, dibutuhkan waktu beberapa jam.

Keputusan Roskomnadzor itu dilakukan untuk menjalankan putusan dari pengadilan Rusia. Pihak pengadilan pada Jumat 913/4) lalu memutuskan Telegram telah melanggar regulasi di Rusia.

Putusan pengadilan ini dijatuhkan usai Telegram berulang kali menolak memberikan akses pesan enkripsi pengguna kepada Federal Security Service (FSB) Rusia.

FSB beralasan membutuhkan akses tersebut untuk berjaga-jaga dari ancaman keamanan, seperti serangan teroris. Namun, Telegram menilai pemberian akses tersebut sama saja dengan melanggar privasi pengguna.

Kebijakan regulator telekomunikasi Rusia ini pun mendapat kecaman dari CEO dan pendiri Telegram, Pavel Durov. Pria asal Rusia itu menilai pemblokiran justru akan merugikan kehidupan 15 juta penduduk negara asalnya itu. Menurutnya, pemblokiran pun tidak akan berdampak apa pun pada peningkatan keamanan Rusia.

"Ancaman teroris di Rusia akan tetap sama karena ekstremis akan terus menggunakan berbagai channel komunikasi yang dienkripsi di layanan pesan lain, atau melalui VPN (Virtual Private Networks). Kami menganggap keputusan pemblokiran itu anti-konstitusional dan akan melanjutkan membela hak korespondensi rahasia untuk orang-orang Rusia," ungkap Durov.

Durov sendiri telah meninggalkan Rusia pada 2014 silam. Sejak meninggalkan negaranya itu, Durov selalu melontarkan kritik pedas berbagai kebijakan Kremlin terkait kebebasan internet.

Telegram saat ini memiliki lebih dari 200 juta pengguna global dan merupakan aplikasi pesan mobile paling populer ke sembilan di dunia.

Reporter: Andina Librianty
Sumber: Liputan6.com

(mdk/ara)

TOPIK TERKAIT