Rusia juga minta Apple dan Google hapus Telegram

TEKNOLOGI | 18 April 2018 15:25 Reporter : Liputan6.com

Merdeka.com - Kasus pemblokiran aplikasi pesan Telegram di Rusia terus berlanjut. Pemerintah Rusia bahkan sudah meminta kepada Apple dan Google untuk menghapus Telegram dari toko aplikasinya, App Store dan Google Play Store.

Dilansir dari Reuters, Federal Service for Supervision of Communications, Information Technology and Mass Media atau Roskomnadzor sudah mengirimkan surat permohonan kepada Apple dan Google. Namun, penghapusan Telegram itu hanya berlaku di wilayah Rusia saja.

Meski sudah dikirimkan surat, belum ada tanggapan dari pihak Google maupun Apple.

Pemblokiran Telegram di Rusia ini berawal ketika Roskomnadzor meminta aplikasi tersebut menyerahkan kunci enkripsi data seluruh penggunanya.

Permintaan itu ditolak Telegram. Mereka bersikeras berpegang teguh pada konsistensi perusahaan kalau data dan privasi pengguna harus dijaga dan tidak bisa diserahterimakan ke pihak ketiga. Telegram pun mengajukan banding, yang sayangnya berakhir nihil.

CEO dan pendiri Telegram, Pavel Durov, pun mengecam tindakan Roskomnadzor. Pria asal Rusia itu menilai pemblokiran justru akan merugikan kehidupan 15 juta penduduk negara asalnya itu. Menurutnya, pemblokiran pun tidak akan berdampak apa pun pada peningkatan keamanan Rusia.

"Ancaman teroris di Rusia akan tetap sama karena ekstremis akan terus menggunakan berbagai channel komunikasi yang dienkripsi di layanan pesan lain, atau melalui VPN (Virtual Private Networks). Kami menganggap keputusan pemblokiran itu anti-konstitusional dan akan melanjutkan membela hak korespondensi rahasia untuk orang-orang Rusia," ungkap Durov.

Durov sendiri telah meninggalkan Rusia pada 2014 silam. Sejak meninggalkan negaranya itu, Durov selalu melontarkan kritik pedas berbagai kebijakan Kremlin terkait kebebasan internet.

Reporter: Jeko I. R.
Sumber: Liputan6.com

(mdk/ara)

TOPIK TERKAIT