Samar-samar kehidupan pengguna Instagram

TEKNOLOGI | 11 September 2018 14:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Elon Musk menilai kehidupan yang diperlihatkan oleh orang-orang di media sosial, terasa lebih baik daripada kenyataannya. Menurutnya, orang-orang seperti "memodifikasi" momen-momen mereka untuk terlihat lebih baik.

Hal tersebut disampaikannya dalam podcast The Joe Rogan Experience. Salah satu yang diperbincangkan di podcast itu adalah pendapatnya tentang media sosial, seperti Instagram.

"Salah satu masalah yang ada di media sosial adalah orang-orang terlihat seperti mereka memiliki kehidupan yang lebih baik daripada yang mereka punya sebenarnya. Mereka mengunggah gambar ketika bahagia, mereka memodifikasi gambarnya agar terlihat lebih baik. Bahkan jika mereka tidak mengeditnya, mereka memilih gambar dengan cahaya dan angle terbaik," tutur Musk seperti dikutip dari Business Insider via Liputan6.com, Selasa (10/9).

Ia juga mengatakan bahwa Instagram membuat orang-orang terlihat lebih baik dan bahagia daripada yang mereka rasakan sebenarnya.Hal semacam ini, katanya, bisa memberikan dampak negatif pada jiwa para follower (pengikut) akun-akun tersebut.

Menurutnya, melihat betapa atraktif dan bahagianya orang-orang di media sosial akan membuat pihak lain merasa rendah diri dengan pikiran seperti, "Saya tidak sebagus itu dan tidak sebahagia itu. Saya payah,”.

Padahal kenyataannya, kehidupan indah di media sosial itu kemungkinan tidak seperti aslinya.

"Orang-orang yang kalian pikir sangat bahagia, sebenarnya tidak bahagia. Mereka bisa saja sangat depresi, sangat sedih. Beberapa orang yang kelihatannya sangat bahagia, sebenarnya mereka orang paling sedih di dunia nyata. Tidak ada orang yang selalu terlihat bagus setiap waktu, tidak peduli siapa kalian," jelas CEO SpaceX dan Tesla tersebut.

Sumber: Liputan6.com

Reporter: Andina Librianty

(mdk/faz)

TOPIK TERKAIT