Samsung Jadi Perusahaan Paling Inovatif, Ini Alasannya!

TEKNOLOGI | 20 Januari 2020 15:12 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Samsung adalah perusahaan smartphone terbesar di dunia saat ini. Namun tak cuma itu prestasi yang ditoreh oleh perusahan teknologi asal Korea Selatan ini.

Pasalnya, melansir data dari firma junalisme data Sqoop yang dikutip Business Insider, Samsung punya dominasi soal kekayaan intelektual. Pasalnya tak cuma banyak, deretan kekayaan intelektual yang dipatenkan oleh Samsung ternyata dianggap yang paling inovatif.

Sqoop mengukur tingkat inovatif ini berdasarkan tiga metrik: jumlah paten yang diajukan, jumlah yang disetujui, dan jumlah yang diterima. Data ini berdasarkan dari kantor paten dan hak cipta AS.

Berdasarkan metrik ini, Samsung berada di puncak paling inovatif dari kesemuanya. Peringkat kedua diduduki oleh perusahaan teknologi IBM.

Di 2019 lalu, 9.413 pengajuan paten berupa utilitas Samsung disetujui, dan 8.668 di antaranya diterima. Semetara ada 605 paten berupa desain yang diterima.

Uniknya, tidak ada satu pun dari empat perusahaan besar dunia yang termasuk Big Four, yakni Apple, Google, Facebook, dan Amazon, yang masuk daftar ini.

1 dari 1 halaman

Di Sisi Lain, Huawei Merajai

Dari penyedia data berbeda, tersaji fakta berbeda pula. Menurut data yang dikutip oleh Nikkei Asian Review, raksasa teknologi Tiongkok Huawei adalah yang paling banyak mengajukan paten. Disebut, Huawei mengajukan 5.405 paten di tahun 2018.

Hal ini diungkap oleh sebuah perusahaan riset paten yang berbasis di Tokyo, Patent Result, kualitas paten dari Huawei ternyata kurang baik. Berdasarkan berbagai faktor seperti orisinalitas dan fleksibilitas, hanya 21 persen dari semua paten yang dianggap inovatif.

Berdasarkan laporan yang sama, 44 persen dari Qualcomm yang inovatif, serta 32 persen dari Intel yang inovatif.

Huawei sendiri terbuka untuk membeli atau menerima kekayaan intelektual dari luar Tiongkok.

Huawei sendiri telah membeli 500 kekayaan intelektual, yang separuh di antaranya dari AS.

Dari deretan raksasa teknologi yang kekayaan intelektualnya dibeli Huawei, di antaranya adalah IBM sebanyak 40, serta Yahoo sebanyak 37.

Huawei pun juga rajin mengajak insinyur dan juga pakar dari perusahaan teknologi lain untuk melakukan riset dan pengembangan demi kekayaan intelektual Huawei. (mdk/idc)

Baca juga:
Awalnya Dianggap Bahaya, Menelepon Lewat Ponsel Terbukti Tak Rusak Otak
POCO Berpisah Dari Xiaomi, Jadi Merek Mandiri
Huawei P40 Pro Disebut Bawa Kamera Utama 52MP
Ini Cara Melacak Smartphone Android yang Hilang
Hati-Hati, Ini 4 Jenis Aplikasi Yang Kuras Baterai Smartphone Anda!
Ini Penampakan Huawei P40 Pro PE, Varian Premium Dengan 5 Kamera!
Di Tengah Masalah, Huawei Justru Makin Laris Manis

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.