Samsung Mulai Kejar Investasi Bisnis 6G

TEKNOLOGI | 18 Juni 2019 11:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Jaringan 5G belum tersedia secara komersial di banyak negara, tapi pembahasan persiapan suksesornya sudah dimulai. Hal ini setidaknya sudah dilakukan oleh Samsung.

Dilansir Bloomberg, Selasa (17/6), Vice Chairman Samsung Electronics, Jay Y. Lee, mengatakan perusahaan akan mengejar investasi dalam bisnis masa depan, termasuk jaringan seluler generasi keenam atau 6G. Bisnis lain termasuk sistem semikonduktor.

Investasi teknologi tersebut dilakukan mengingat Samsung menghadapi lingkungan bisnis global yang berubah dengan cepat, dan memberikan tekanan pada keuntungan perusahaan.

Sebagai langkah persiapan, Lee pada pekan lalu menggelar diskusi dengan para eksekutif Samsung untuk membahas potensi kolaborasi dengan berbagai perusahaan terkait jaringan mobile 6G, teknologi blockchain, dan artificial intelligence (AI). Rencana ini disampaikan oleh Samsung melalui email pada Minggu (16/6/2019).

Ini merupakan kali pertama Lee secara terbuka membahas potensi teknologi 6G.

"Kami harus menantang diri sendiri dengan sebuah revolusi untuk membuat fondasi-fondasi baru, bergerak melampaui ruang lingkung pencapaian masa lalu," ungkap Lee dalam pernyataannya.

Selain menyampaikan panduan tentang rencana investasi, para eksekutif Samsung juga disebut meninjau rencana respons risiko untuk bisnis chip Samsung. Perusahaan juga membahas tantangan yang ditimbulkan oleh perubahan struktural dalam industri teknologi.

Sumber: Liputan6.com

Reporter: Andina Librianty

(mdk/faz)

TOPIK TERKAIT