Sebesar Gedung Pencakar Langit, Asteroid Bakal Berpapasan Dengan Bumi

TEKNOLOGI | 30 Agustus 2019 16:00 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Pada 14 September 2019 bulan depan, sebuah asteroid bakal berpapasan dengan Bumi. Ukuran asteroid ini disebut-sebut berdiameter sebesar gedung pencakar langit tertinggi di dunia Burj Khalifa di Dubai.

NASA mengidentifikasi asteroid yang dimaksud sebagai 2000 QW7. Mengutip laman CNN via Liputan6.com, diameter asteroid ini diperkirakan 290 hingga 650 meter atau sekitar 2.132 kaki.

Sementara, tinggi Burj Khalifa adalah 2.717 kaki dan gedung tertinggi kedua di dunia, Shanghai Tower setinggi 2.073 kaki.

Masih menurut laporan yang sama, asteroid ini akan meluncur dengan kecepatan 14.361 mil per jam. Jarak terdekatnya dengan Bumi saat melintas adalah 3.312.944 mil pada 14 September 2019.

Meski ukurannya besar dan melintas di dekat Bumi, astronom percaya asteroid ini tidak berpotensi bahaya. Demikian menurut Pusat Studi Benda-Benda di Dekat Bumi NASA yang telah berhasil melacak keberadaan asteroid ini.

Pada Juni lalu, para astronom menunjukkan, hasil pengamatan lewat teleskop bisa jadi alat akurat untuk memberi peringatan ke manusia, jika ada asteroid yang hendak menabrak Bumi.

1 dari 2 halaman

Dikenali Lewat Teleskop Atlas

Para astronom di University of Hawaii menggunakan teleskop Atlas dan Pan-Starrs untuk mendeteksi asteroid kecil sebelum batuan angkasa itu memasuki atmosfir Bumi pada bulan Juni lalu.

Saat itu, asteroid yang dimaksud bernama 2019 MO dengan diameter 13 kaki dan jaraknya sangat dekat, hanya 310 ribu mil dari Bumi. Dasilitas Atlas ini mengobservasi asteroid 2019 MO selama 4 kali dengan waktu lebih dari 30 menit, tengah malam di Hawaii.

Analis Software di Jet Propulsion Laboratory NADA melihat ada potensi tabrakan dengan skala Scout 2. Sekadar informasi, skala 0 artinya "tidak akan (bertabrakan)". Sementara skala 4 artinya "ada kemungkinan (bertabrakan)".

Navigator Engineer di JPL NASA Davide Farnocchia meminta observasi lanjutan karena ia mendeteksi, asteroid 2019 MO ini telah berada sangat dekat dengan Puerto Rico.

2 dari 2 halaman

Bantu Ilmuwan Identifikasi Asteroid

Teleskop Pan-Starrs juga dioperasikan dan berhasil menangkap bagian langit yang bisa menampilkan gambaran mengenai si asteroid.

Sejumlah gambar dari teleskop Pan-Starr membantu para ilmuwan untuk menentukan lebih baik jalan masuk bagi asteroid ini, di mana asteroid tersebut menabrak dengan skala Scout 4 .

Kalkulasi ini cukup tepat, pasalnya radar udara di San Juan mendeteksi asteroid itu terbakar saat hendak masuk atmosfer Bumi. Meteor--asteroid yang memasuki Bumi--masuk ke atmosfer Bumi di laut, 236 mil sebelah selatan kota.

Dua teleskop Atlas yang berjarak 100 mil dari Big Island dan Maui telah memindai seluruh langit selama dua malam. Dengan begitu, mereka bisa tahu kalau asteroid tersebut bisa menabrak Bumi.

Teleskop ini mampu menemukan asteroid kecil sekalipun, setengah hari sebelum asteroid tiba di Bumi. Sementara untuk asteroid besar, bisa dideteksi berhari-hari sebelumnya.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Agustin Setyo Wardani (mdk/idc)

Baca juga:
7 Teknologi Modern yang Ternyata Konvensional, Sudah Ada Sejak Dulu!
Penjelasan Di Balik Penyebab Terbakarnya Hutan Amazon, Ulah Manusia?
5 Fakta Luar Biasa Tentang Ruang Angkasa
Starman dan Roadster Besutan SpaceX Akhirnya Berhasil Kelilingi Matahari
Juli Lalu Jadi Bulan Terpanas Sepanjang Sejarah
5 Fakta Soal Hujan Meteor Perseid yang Hiasi Langit Malam Indonesia
Asteroid Sebesar Menara Eiffel Lewat Dekat Bumi, Astronom Gelisah

TOPIK TERKAIT