Sertifikasi POCO F2 Muncul di Eropa, Segera Rilis?

Sertifikasi POCO F2 Muncul di Eropa, Segera Rilis?
TEKNOLOGI | 3 April 2020 09:47 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Sebuah smartphone Xiaomi baru saja disertifikasi oleh Komisi Ekonomi Eurasia atau ECC. Smartphone ini diperkirakan adalah flagship terbaru Pocophone yakni POCO F2 yang kehadirannya sangat dinanti.

Melansir Gizmochina, smartphone ini terdaftar pada 31 Maret lalu, dan sudah mulai diberi nama Poco alih-alih Pocophone, mengingat ia sudah jadi merek independen tak di bawah Xiaomi lagi.

Sebenarnya, Poco F2 diperkirakan meluncur pada 2019, namun hal tersebut tak terjadi. Justru, varian lain yakni Poco X2 dirilis yang sekadar penamaan ulang dari Redmi K30.

Rumor lain seperti desain dan spesifikasi masih tertutup rapat. Jika benar smartphone ini segera rilis, maka dalam waktu dekat sepertinya bakal ada detil-detil seperti fitur dan spesifikasi dari smartphone ini.

1 dari 2 halaman

Alasan Poco Belum Rilis Flagship

Banyak yang sempat kecewa dengan Poco karena mengambil jalur yang tak sama dengan apa yang membesarkan namanya dulu, yakni tidak merilis flagship.

Smartphone termutakhirnya yakni Poco X2, adalah smartphone papan tengah dengan berbagai aspek yang mumpuni, terutama sektor layar yang memiliki kecepatan refresh 120Hz.

Namun, prosesor yang diusung adalah Snapdragon 730G, tidak satu tingkatan dengan pendahulunya, Poco F1 yang membawa Snapdragon seri 800.

Nah, Android Authority mewawancara General Manager dari Poco yakni Manmohan Chandolu, terkait alasan belum dirilisnya flagship dari Poco.

Chandolu menjawab, secara umum, Poco yang merupakan startup belum memiliki cukup dana untuk memodali smartphone besutannya dengan prosesor/chipset terbaik.

Chandolu menyebut bahwa chipset seri 800 saat ini harganya mahal. "Chipset saat ini, semua chipset seri 800 (Snapdragon besutan Qualcomm), harganya sangat mahal. Dan Snapdragon 865 jadi generasi 5G pertama yang membuatnya jauh lebih mahal," ungkap sang GM.

Ia menyebut bahwa untuk menyematkan Snapdragon 855, performanya tidak terlalu jauh dengan Snapdragon 845 yang ada di Poco F1. Namun untuk menyematkan Snapdragon 865, terdapat transisi 4G ke 5G yang membuatnya mahal.

Karena itu, Poco mengambil langkah untuk menyematkan chipset octa-core Snapdragon 730G yang jauh lebih terjangkau.

Chandolu percaya bahwa Poco X2, sama halnya Poco F1, akan tetap jadi perangkat yang dicintai karena performa unggulnya, dan jadi perangkat game-sentris.

2 dari 2 halaman

Bisa Jadi Poco F2 Tak Ada

Sejauh ini pun, Chandolu menolak untuk mengonfirmasi adalahnya Poco F2 yang diharapkan merupakan flagship.

Selain karena soal biaya yang telah dijelaskan, ia tak terlalu optimis untuk membawa smartphone 5G ke pasar berkembang seperti India.

Seperti yang kita tahu, Poco adalah smartphone dengan harga terjangkau. Tentu menyalahi ideologi untuk menyematkan konektivitas 5G di perangkat yang berharga murah dan providernya juga belum siap.

"Ini bukan hanya soal chipset, kan? Kami juga ingin infrastrukturnya siap," ungkap Chandolu. "Sekali lagi, apa gunanya memiliki chipset jika infrastrukturnya tak tersedia" tutup sang manajer. (mdk/idc)

Baca juga:
SuperSIM, Teknologi Baru Yang Padukan Kartu SIM dan Kartu Memori Jadi Satu
Bocoran Smartphone Gaming Legion Besutan Lenovo Mulai Bermunculan
Redmi 9 Bakal Segera Rilis, Smartphone Murah Dengan 4 Kamera Belakang?
Erajaya Gelar Eraspacetival, Festival Gadget Online Terbesar saat Pandemik Covid-19
Pengguna Smartphone Lebih Lama Terhubung dengan WiFi
Samsung Berhenti Produksi Layar LCD di Akhir 2020, Bagaimana Nasib Apple?
iPhone 9 Bakal Rilis Pertengahan April?

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami