Setelah Apple dan Facebook, Google Juga Akan Merambah Fintech

TEKNOLOGI | 18 November 2019 11:48 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Tak hanya Apple dan Facebook yang terjun ke dunia teknologi. Kali ini, Google telah mengungkapkan rencana untuk menawarkan akun giro pada 2020.

Melansir Engadget, proyek teknologi finansial ini akan diberi nama Cache.

Tentu, Google tidak akan menangani urusan finansialnya, karena fondasi keuangan ini akan ditangani oleh Citigroup, serta Credit Union dari Stanford University akan turut menangani soal finansial dan juga branding.

Google sendiri akan menangani integrasi akun finansial tersebut ke akun Google, dan menjaganya agar jadi salah saqtu yang teraman.

1 dari 2 halaman

Keamanan Finansial

Kekhawatiran tentu akan selalu muncul jika finansial sudah bersinergi dengan teknologi. Hal ini terutama soal privasi data dan juga keamanan dari kejahatan siber.

Namun, Google berjanji bahwa mereka tidak akan menjual data keuangan dari pemegang akun. Alih-alih, Google akan memberi program loyalitas layaknya Google penyedia jasa layanan bank.

Google sendiri telah mencanangkan proyek ini lewat wawancaranya dengan Wall Street Journal. Salah satu petinggi Google, Caesar Sengupta menyebut bahwa proyek Google ini adalah salah satu cara untuk mendigitalkan dunia perbankan.

"Jika kita dapat membantu lebih banyak orang melakukan lebih banyak hal dengan cara digital, itu bagus untuk internet dan bagus untuk kami," ungkap Sengupta.

2 dari 2 halaman

Regulasi

Namun tentu, akun perbankan memuat berbagai informasi yang sangat-sangat sensitif. Tugas Google adalah menjamin informasi tersebut agar tetap aman dan tidak menyalahgunakannya.

Seperti yang diketahui, Google seringkali melakukan beberapa cara ilegal untuk melakukan dominasi internet, dan akhirnya raksasa teknologi AS ini telah beberapa kali terkena sanksi.

Facebook sendiri yang terlebih dulu terjun di dunia fintech, telah menghadapi pengawasan untuk deretan rencana integrasi fintech mereka. Nampaknya, Google akan segera menghadapi hal serupa.

Google sendiri sedang diusut dalam kasus antimonopoli, sehingga proyek baru ini tentu akan diawasi dengan jauh lebih ketat. (mdk/idc)

Baca juga:
Meet Taipei 2019: Perusahaan AI Kneron Incar Pasar Dunia termasuk Indonesia
Yahoo Jepang Dilaporkan Merger Dengan LINE
Pendiri UMG IdeaLab Sabet Penghargaan dari UI
Platform Indiegogo Undang Startup Indonesia ke Pasar Eropa dan Amerika Utara
VIDEO: Meet Taipei 2019 Bertabur Startup Potensial di Asia
Perusahaan Korsel Siap Transfer Teknologi Industri ke Indonesia
Drone Lipat Paling Ringan dan Kecil Hadir di Indonesia

TOPIK TERKAIT