Setelah Lebaran, Smartfren Ujicoba 5G di Pabrik Kawasan Marunda

TEKNOLOGI | 22 Mei 2019 14:16 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys mengatakan setelah lebaran, operator seluler yang dipimpinnya akan melakukan ujicoba jaringan 5G. Nantinya, ujicoba jaringan tersebut akan dilakukan Smartfren di salah satu pabrik di kawasan Marunda, Jakarta Utara.

"Karena kita nanti akan ujicobanya untuk industri 4.0, maka kita pilih site pertama pabrik yang ada di Marunda. Jadi, 5G itu memberikan segala peluang layanan. Ini baru trial pertama. Nanti ada lagi," kata Merza ketika ditemui awak media di Jakarta, Selasa (21/5).

Sejauh ini, kata dia, operator seluler tengah menanti keputusan dari hasil evaluasi pemerintah. Hasil evaluasi ini terkait dengan keputusan akan dialokasikan di frekuensi mana 5G ini. Oleh sebab itu, sambil menunggu keputusan itu, operator seluler tak salah jika melakukan ujicoba 5G.

"5G masih menunggu hasil evaluasi pemerintah untuk memutuskan akan dialokasikan di frekuensi mana," jelasnya.

Lantas, apakah 5G ini hanya bisa digunakan untuk industri saja? Merza mengatakan potensi end user atau konsumen akhir menggunakan jaringan ini bisa saja terjadi. Sebab, sampai saat ini belum diketahui sesuatu yang akan booming di jaringan 5G.

"Tentu ada. Dulu kita jaman 2G, kita gak mikir ada aplikasi-aplikasi yang bandwidth hungry kayak sekarang. Video dan lain sebagainya. Saat 3G pelan-pelan mulai ada aplikasi, kemudian 4G sekarang banyak, apalagi konten video. Nah nanti 5G apa nih. Tapi pasti ada," ungkap dia.

Hanya saja, itu tergantung dari alokasi frekuensi yang ditetapkan pemerintah. Maksudnya, bila frekuensi yang diberikan memiliki cakupan luas, 5G dapat digunakan konsumen. Namun, bila cakupannya terbatas, hanya bisa digunakan untuk penggunaan tertentu saja.

"Pemerintah sedang evaluasi. Siapa tahu bisa refarming atau alokasikan frekuensi di tengah. Mudah-mudahan tak lama lagi," terang dia. (mdk/faz)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.