Sidang Sengketa Pilpres 2019, Kemkominfo Berharap Tidak Ada Pembatasan Akses Medsos

TEKNOLOGI | 14 Juni 2019 08:10 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Hari ini, Jumat (14/6), menjadi sidang perdana sengketa pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK). Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pun mulai memantau ‘ramai’ obrolan di media sosial (Medsos).

Tak dimungkiri, jika kondisi di lapangan seperti pada kerusuhan 22 Mei, maka pembatasan akses medsosl dan pesan instan akan dilakukan.

Namun sejauh ini, menurut Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo, Ferdinandus Setu, hal itu tidak diterapkan.

"Kami berharap tidak akan dilakukan pembatasan atau pelambatan medsos selama sidang MK," ujar dia melalui pesan singkat.

Dilanjutkannya, langkah tersebut dilakukan bila terjadi peningkatan eskalasi hoaks dan hasutan di media sosial.

"Dan sejauh pemantauan kami pagi ini, belum ada peningkatan eskalasi hoaks dan hasutan," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, pembatasan akses medsos dan pesan instan itu diyakini pemerintah efektif untuk menangkal hoaks yang beredar.

Sebab, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara pernah mengatakan, foto dan video paling cepat menyentuh emosi seseorang. Untuk itu, diberlakukanlah pembatasan pengiriman gambar dan video lewat medsos dan pesan instan.

(mdk/faz)