Snapchat secara mengejutkan cukup populer di negara berkembang

Snapchat secara mengejutkan cukup populer di negara berkembang
TEKNOLOGI | 7 Februari 2018 15:42 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Snapchat mengalami tahun-tahun terburuknya karena kalah saing dengan Instagram Story. Namun terdapat kejutan menarik dari laporan pemasukan global dari aplikasi bergambar hantu imut tersebut.

Melansir Techcrunch, kini Snapchat populer juga di negara-negara berkembang. Hal ini membuat Snapchat secara terang-terangan bersaing dengan Instagram Story dan WhatsApp Status di luar AS.

Hal ini nampak mengejutkan memang. Namun ternyata ini adalah buah perubahan strategi yang cerdas. Diawali dari identiknya Snapchat dengan iPhone, di mana Snapchat Android akan mendapat penurunan kualitas, loading video yang lemot, serta crashnya aplikasi di kondisi lemah koneksi. Lalu pada bebrapa bulan lalu sang CEO Evan Spiegel, mengumumkan bahwa Snapchat akan mempercepat adopsi aplikasi mereka di Android.

Hal ini berdampak secara signifikan pada pertumbuhan di luar AS. Selama ini, media ternyata cukup fokus pada AS yang memang mengalami penurunan pengguna Snapchat. Namun dari laporan terbaru Snapchat ini, kekuatan baru Snapchat berasal dari negara berkembang.

Dari regional negara berkembang, disebut terdapat tambahan 3 juta pengguna untuk mencapai jumlah pengguna total 47 juta. Angka ini sama banyaknya dengan Eropa serta AS plus Kanada. Menurut Snapchat pemasukan terbanyak datang dari regional Timur Tengah.

Hal ini tentu jadi pelajaran berharga bagi Snapchat karena memperbaiki kualitas aplikasi di Android ternyata bisa jadi solusi. Hal ini masuk akal mengingat perangkat Android dari yang low-end hingga flagship banyak digunakan oleh masyarakat di negara berkembang.

Apakah Snapchat akan baik-baik saja? Kita lihat saja. (mdk/idc)


Berharap konten sehat jauh dari unsur SARA di Pilkada Serentak
Pendukung Trump paling banyak bagikan berita palsu di media sosial
Pegawai hotel di Kuta tak terbukti lecehkan bule Selandia Baru
Pantau medsos 24 jam, tim siber polisi nonaktifkan ratusan akun
Waspadai propaganda radikalisme lewat konten-konten di dunia maya
Pemerintah gandeng Facebook Cs pungut pajak UKM jualan di medsos
#SuperBlueBloodMoon menggema tadi malam

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami