Soal konsolidasi, Smartfren sebut masih fokus dengan pengembangan jaringan sendiri

Soal konsolidasi, Smartfren sebut masih fokus dengan pengembangan jaringan sendiri
Experience Zone Smartfren. ©2015 Merdeka.com
TEKNOLOGI | 25 Oktober 2018 09:36 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Isu konsolidasi operator seluler belakangan ini mulai gencar. Semua itu di awali dengan pernyataan bos baru Indosat Ooredoo yang tiba-tiba mengatakan bahwa adanya rencana untuk konsolidasi bisa mungkin terjadi. Hal itu tergantung dari kemungkinan-kemungkinan yang dinamis.

Rumor ini pun menjadi liar. Ada yang menyebutkan bahwa Indosat Ooredoo dan Smartfren akan melakukan konsolidasi. Namun, Chief Brand Officer Smartfren, Roberto Saputra, beri penjelasan terkait dengan rumor ini.

Kata dia, kemungkinan-kemungkinan itu ada. Hal itu masuk sebagai business decision. Tetapi, untuk saat ini, Smartfren masih gencar dan fokus mengembangkan jaringan sendiri dan akuisisi pelanggan.

"Itu business decision, kalau ada yang mau beli tetapi perusahaan enggak mau jual atau bagaimana, itu bisnis jaringan. Kami belum mendapatkan informasi soal itu. Intinya Smartfren masih fokus di jaringan," kata Roberto.

Alih-alih membicarakan soal isu, Roberto malah menyebut, sejak 2017 hingga 2020, Smartfren mengalokasikan USD 200 juta untuk mengembangkan jaringan.

"Dari 2017 hingga 2020, kami investasikan USD 200 juta untuk coverage. Bisa dibilang, hampir 100 persennya untuk mengembangkan jaringan," tuturnya.

Roberto mengatakan, bagi perusahaan telekomunikasi, memang tidak ada pengeluaran yang lebih besar kecuali untuk investasi jaringan.

"Dari segi human resource misalnya, enggak nambah banyak, galeri juga kecil-kecil. Dulu kami memang pernah fokus di perangkat, tetapi sekarang nggak lagi fokus device. Jadi semuanya yamemang untuk membangun jaringan," katanya.

Sumber: Liputan6.com

Reporter: Agustin Setyo Wardani (mdk/faz)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami