Soal Peretasan, Twitter Akui Hacker Gunakan Tools Dari 'Orang Dalam'

Soal Peretasan, Twitter Akui Hacker Gunakan Tools Dari 'Orang Dalam'
TEKNOLOGI | 16 Juli 2020 13:51 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Pagi ini (16/7), sebuah serangan Twitter terkoordinasi terjadi ke sejumlah akun Twitter publik figur besar. Yang jadi korban adalah nama-nama seperti Bill Gates, Jeff Bezos, Elon Musk, Barack Obama, dan masih banyak lainnya.

Twitter melalui akun resminya telah mengakui bahwa sistem internal mereka terkena serangan siber, sekaligus menyebut bahwa serangan ini tidak akan bisa terjadi jika tidak menggunakan tools besutan Twitter sendiri, yang merupakan akses khusus milik karyawan Twitter.

"Kami mendeteksi apa yang kami yakini sebagai serangan rekayasa sosial terkoordinasi oleh orang-orang yang berhasil menarget beberapa karyawan kami dengan akses ke sistem dan tools internat," tulis cuitan pertama dalam thread tersebut. "Kami tahu mereka menggunakan akses ini untuk mengendalikan banyak akun dan Tweet "highly-visible" (termasuk yang diverifikasi), atas nama mereka."

Dengan ini, Twitter mengakui bahwa beberapa orang terlibat dalam peretasan ini, bukan hanya satu orang. Tak cuma itu, beberapa karyawan juga terlibat, namun Twitter menyebut bahwa akses tools milik 'orang dalam' tersebut juga termasuk dalam peretasan ini.

Baca Selanjutnya: Tools yang Berhasil Dikuasai Hacker...

Halaman

(mdk/idc)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami