Studi McAfee: Serangan Siber Menyasar Layanan Komputasi Awan Meningkat saat WFH

Studi McAfee: Serangan Siber Menyasar Layanan Komputasi Awan Meningkat saat WFH
TEKNOLOGI | 28 Mei 2020 12:08 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - McAfee, perusahaan keamanan siber perangkat-ke-komputasi awan, menerbitkan hasil studi baru berjudul "Cloud Adoption & Risk Report-Work-from-Home Edition" pada hari ini (28/5).

Hasil studi ini mengungkap korelasi antara peningkatan penggunaan layanan komputasi awan dan aplikasi komunikasi tatap muka seperti Cisco WebEx, Zoom, Microsoft Teams, dan Slack selama pandemi Covid-19 bersama dengan peningkatan serangan siber yang menyasar komputasi awan.

Berdasarkan data anonim dan teragregasi dari lebih dari 30 juta pengguna McAfee MVISION Cloud di dunia periode Januari-April tahun ini, laporan ini mengungkap tren signifikan yang berpotensi bertahan lama mencakup tentang peningkatan dalam penggunaan layanan komputasi awan, akses dari perangkat yang tidak dikelola keamanan sibernya, dan peningkatan ancaman spesifik komputasi awan.

Dari hasil penelitian, tren ini menekankan perlunya model keamanan baru dalam lingkungan work-from-home (WFH) yang dilakukan saat ini - dan kemungkinan berlanjut di masa depan.

Menurut hasil penelitian, adopsi perusahaan atas layanan komputasi awan meningkat 50 persen secara keseluruhan termasuk industri seperti manufaktur dan layanan keuangan, yang biasanya lebih mengandalkan aplikasi yang ada sebelumnya sekaligus dengan jaringan dan keamanannya. Penggunaan aplikasi komunikasi tatap muka menggunakan komputasi awan juga mengalami peningkatan penggunaan hingga 600 persen.

Sektor pendidikan memperlihatkan pertumbuhan terbesar karena lebih banyak siswa diharuskan untuk mengadopsi praktik belajar jarak jauh.

Baca Selanjutnya: Ancaman Meningkat terhadap Komunikasi Video...

Halaman

(mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami