Suksesnya TikTok, Buka Kantor di Silicon Valley dan 'Bajak' Karyawan Facebook

TEKNOLOGI | 18 Oktober 2019 11:18 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - TikTok kini adalah aplikasi yang sedang naik daun. Kesuksesannya pun tak bisa diragukan.

Platform video 3 hingga 15 detik ini jadi aplikasi paling banyak diunduh di AS tahun 2018 lalu. Di Februari lalu, TikTok dan Douyin yang merupakan TikTok versi Tiongkok menyentuh 1 miliar unduhan secara global.

Kali ini, TikTok pun menyeruak jadi raksasa teknologi papan atas setelah berpindah kantor ke area Silicon Valley.

Berdasarkan laporan CNBC via Business Insider, TikTok kini berkantor di Mountain View, California.

Area ini terkenal sebagai tempat markas Google berada. Selain itu, area ini hanya beberapa menit saja dari markas Facebook di Palo Alto.

TikTok sendiri disebut menempati kantor bekas karyawan WhatsApp berkantor.

1 dari 2 halaman

TikTok 'Bajak' Karyawan Facebook

Menurut laporan CNBC yang sama, TikTok juga memburu karyawan Facebook. Aplikasi yang sempat viral di Indonesia ini mempekerjakan lebih dari dua lusin karyawan Facebook sejak 2018 lalu.

Menurut salah satu sumber CNBC yang merupakan karyawan TikTok, perusahaan mereka menawarkan gaji yang 20 persen lebih tinggi daripada yang Facebook tawarkan, untuk menarik karyawan berpengalaman dari raksasa jejaring sosial tersebut.

Tak cuma Facebook, TikTok juga dilaporkan mempekerjakan karyawan dari Apple, Google, Hulu, Snap, dan perusahaan teknologi papan atas lainnya selama periode pertumbuhannya yang luar biasa ini.

2 dari 2 halaman

Facebook Terancam TikTok?

Facebook sendiri belum bisa terkalahkan secara pemasukan keuangan, apalagi oleh TikTok. Namun Facebook nampaknya menyadari ancaman yang datang dari segmentasi yang dicakup aplikasi ini.

Akhirnya pada bulan November tahun lalu, Facebook meluncurkan Lasso. Ini adalah aplikasi video besutan Facebook yang identik dengan TikTok. Masalahnya, kesuksesan belum diraih oleh aplikasi ini.

Berdasarkan prediksi dari firma teknologi Sensor Tower, aplikasi ini baru diunduh 420.000 kali. Jika dibandingkan TikTok, angka ini sangat mikro, yakni 500 juta pengguna.

Instagram, yang saat ini juga merupakan besutan Facebook, juga nampak terancam. Karena menurut insinyur aplikasi Jane Manchun Wong, Instagram kini sedang mengembangkan fitur bernama "Clips". Fitur ini dapat menggabungkan video pendek dan menambahkan musik, identik dengan TikTok.

(mdk/idc)

Baca juga:
Twitter Sahkan Kebijakan Soal Cuitan Pemimpin Dunia, Atur Trump?
Instagram Tambah Fitur Keamanan Pribadi, Privasi Makin Terjaga!
Said Aqil Sebut Gus Dur Bisa Jadi Korban Bully Jika Alami Era Medsos
Rekam Jejak Digital Pembuat Konten Hoaks Tak Bisa Hilang 100 Persen
Facebook: Ditjen Imigrasi dan Kemenkeu Paling Aktif di Media Sosial
Tulis Status Pro Ideologi Lain di Medsos, ASN Kemenkum HAM Dinonaktifkan
MenPAN-RB Tegaskan ASN Jangan Kritik Pemerintah di Ruang Publik

TOPIK TERKAIT