Sulitnya Hadapi Tantangan Keamanan Data Biometrik

Sulitnya Hadapi Tantangan Keamanan Data Biometrik
TEKNOLOGI | 31 Desember 2019 08:00 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Hampir semua vendor teknologi sudah meneraplan fitur otentikasi biometrik di perangkat-perangkat yang mereka besut. Hal ini sejalan dengan semakin banyak layanan yang berubah menjadi digital di mana data biometrik yang unik pun menjadi elemen penting dalam membuka kunci layanan tersebut.

Seperti yang sudah diketahui, Anda sendiri telah menggunakan sidik jari atau wajah untuk membuka kunci layar smartphone.

Karena data biometrik Anda bersifat unik (berbeda di tiap penggunanya), penggunaan teknologi di berbagai layanan berarti setiap data biometrik tersebut disimpan di berbagai tempat dalam kondisi yang berbeda.

Namun bagaimana bila data biometrik itu terkompromi, baik itu sidik jari, wajah atau iris, sekali hilang maka itu berarti selamanya dan tidak dapat diatur ulang, tidak seperti kata sandi yang dikompromikan.

Hal ini sempat terjadi pada 2015, dimana Office of Personalia Management (OPM) di Amerika Serikat mampu diretas. Karena hal tersebut, ada sekitar 5,6 juta sidik jari dicuri.

Baru-baru ini, terdapat lebih dari 1 juta sidik jari ditemukan pada basis data yang dapat diakses publik yang digunakan oleh polisi Metropolitan Inggris, kontraktor pertahanan dan Bank.

Itu hanya beberapa contoh pembuktian dari skema dan konsep yang telah dipelajari para peneliti mengenai kemungkinan pencurian atas sidik jari manusia dengan bantuan kamera digital dan alat lain yang tersedia secara luas.

Baca Selanjutnya: Tindakan Kaspersky...

Halaman

(mdk/idc)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami