Teknologi Disebut Jadi Kunci Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Teknologi Disebut Jadi Kunci Tingkatkan Kualitas Pendidikan
TEKNOLOGI | 20 Februari 2020 14:13 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Fernando Uffie, Founder Kelas Pintar mengatakan, dunia pendidikan di negeri ini masih mempunyai jurang besar yakni akses yang sama.

Kata dia, lebih dari 300 ribu sekolah dan 50 juta siswa yang tersebar di lebih dari 17 ribu pulau, akses pendidikan berkualitas masih menjadi sesuatu yang "mahal" di Indonesia.

"Disparitas-nya masih menganga lebar. Kesenjangan infrastruktur, tenaga pengajar, hingga akses terhadap literasi masih menjadi kendala," ungkap dia saat acara Tren Edutech 2020 - Menuju Indonesia Maju di Jakarta, Kamis (20/2).

Maka dari itu, ia mengungkapkan bahwa teknologi hadir untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

"Dan Kami percaya bahwa pendidikan berkualitas adalah kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang akan membawa Indonesia unggul di mata dunia," ujar Uffie.

Untuk itulah teknologi perlu dihadirkan dalam dunia pendidikan. Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi yang berharap teknologi bisa menghadirkan terobosan dan lompatan-lompatan dalam dunia pendidikan sebagai bagian dari upaya membentuk SDM Unggul.

"Karena Kami percaya, ketika mecerdaskan kehidupan bangsa jadi tujuan bernegara, maka sudah jadi tugas kita bersama untuk memastikan pendidikan berkualitas bisa diakses oleh seluruh anak bangsa," kata dia.

1 dari 1 halaman

Guru Tak Bisa Tergantikan

Terpisah, Sabda PS, Chief Education Officer Zenius pernah mengatakan, memasuki era digital seperti saat ini, banyak hal yang terdistrupsi dengan teknologi. Salah satunya dunia pendidikan.

Kendati demikian, peran guru tak bisa tergantikan. Peran pekerjaan dari manusia ke manusia, kata dia, justru merupakan sesuatu yang tak bisa tergantikan. Salah satunya guru.

"Guru tak bisa tergantikan dengan robot. Peran pekerjaan guru yang membina manusia akan sangat berharga," ujarnya.

Hanya saja, guru bisa melakukan kolaborasi dengan sisi teknologi. Yakni melalui education technology.

"Edutech itu contoh yang paling pas. Kombinasi guru dengan teknologi. Namanya edukasi ada beberapa aspek, yakni aspek afektif, kognitif, serta psikomotorik.Harusnya dengan adanya teknologi guru punya waktu luas dari sisi afektifnya," jelasnya.

(mdk/faz)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami