Telkom Raih Penghargaan PR of the Year di Ajang TPR 2020

Telkom Raih Penghargaan PR of the Year di Ajang TPR 2020
TEKNOLOGI | 28 Oktober 2020 06:55 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) meraih penghargaan sebagai PR of The Year dalam ajang Teropong Publlic Relations (TPR) 2020 yang diumumkan kemarin. Anak usaha Telkom, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), juga meraih penghargaan terbaik di kategori Best of Media Relation.

Penghargaan ini hasil riset, media insight, dan ulasan dari juri TPR Award 2020, yang terdiri dari Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid; Wakil Ketua Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) Rizka Septiana; dan Ketua Umum Asosiasi Public Relations Indonesia Jojo S Nugroho.

Rihad Wiranto, Pemimpin Redaksi Teropong Senayan, menjelaskan penghargaan ini berlandaskan proses riset dengan metode media content analysis. Metode ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana isi dan pesan sebuah konten dari berbagai pemberitaan mengenai instansi yang bersangkutan.

Kajian riset berdasarkan desk riset, media insight, dan ulasan dari para juri TPR Award 2020. Pada tahap awal dilanjutkan pada proses cleansing and selection oleh tim juri untuk memastikan peserta memenuhi kualifikasi. Proses berlanjut dengan menetapkan institusi dan perusahaan yang dinilai mempunyai planning, strategy, and solutions terhadap manajemen komunikasi publik oleh PR.

"Proses awal mengandalkan strategi media monitoring dengan mengamati pemberitaan secara online terhitung sejak awal tahun mengenai institusi, perusahaan hingga yayasan yang berada di lingkup pemerintah dan swasta," ujar Rihad dalam keterangan resminya.

Bujet PR Terpangkas

Jojo S Nugroho, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan PR Indonesia (APPRI), mengatakan sejak merebak pandemi Covid-19, profesi PR mendapatkan sejumlah tantangan. Antara lain koordinasi komunikasi dengan publik. Sebab protokol kesehatan membuat komunikasi, semisal konferensi pers, harus dilakukan secara virtual.

"Kendala lain, pandemi mengakibatkan finansial organisasi perusahaan dan institusi menurun. Dalam keadaan sulit seperti itu, perusahaan terpaksa melakukan transformasi bisnis dari cara-cara konvensional menjadi digital, sehingga dana operasional kehumasan kerap terkena imbasnya. Ketika bisnis turun pada sebuah perusahaan, maka bujet yang pertama dipotong adalah bujet marketing dan PR," kata Jojo.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Widodo Muktiyo menambahkan PR adalah jantung organisasi yang berperan mendorong publik dengan informasi.

Oleh karena itu, setiap PR organisasi memiliki caranya sendiri dalam mengelola komunikasi dan menjaga hubungan baik dengan publik, terutama dalam hal menciptakan merek perusahaan. Komunikasi publik adalah basis kesepemahaman untuk menghasilkan cita-cita organisasi.

"Saya senang sekali kita memberikan apresiasi terkait PR dalam acara TPR Award 2020. Kami dari Kemenkominfo sangat senang karena kami juga memberikan upaya infrastruktur komunikasi bagi negeri," ucapnya.

Baca Selanjutnya: Daftar Pemenang TPR 2020...

Halaman

(mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami