Telkomsel implementasikan IoT untuk Bahan Bakar

TEKNOLOGI » BANYUWANGI | 12 April 2019 14:13 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Telkomsel kembali membuktikan kapabilitasnya sebagai sebuah digital telco company melalui pengembangan ekosistem internet of things (IoT) di Indonesia.

Kali ini, Telkomsel bekerjasama dengan Pertamina Patra Niaga dan Mitratel untuk mengimplementasikan layanan inovatif untuk fuel management, yaitu IoT Intelligent Tank Monitoring System (INTANK) yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada tanggal 22 Maret 2019 yang lalu.

Bahan bakar (fuel) telah menjadi komoditas utama yang sangat menentukan proses bisnis berbagai perusahaan. Pengelolaan bahan baku bernilai tinggi ini tidak jarang menimbulkan berbagai masalah yang memakan biaya operasi tinggi, seperti antara lain keterbatasan akses pada situs tangki bahan bakar, pengukuran manual, akurasi rendah, inefisiensi rantai pasokan, biaya pemeliharaan yang tinggi, hingga kehilangan inventori.

Telkomsel menghadirkan INTANK untuk mengatasi berbagai permasalahan fuel management tersebut. Solusi IoT industri end-to-end ini berfungsi untuk memonitor tangki dari jarak jauh (remote tank monitoring) yang memungkinkan pemantauan inventaris dan konsumsi bahan bakar secara intensif kapanpun, dari manapun.

Dharma Simorangkir, SVP Enterprise Account Management Telkomsel mengatakan, tren IoT sekarang ini tengah berkembang secara global. Oleh karenanya,Telkomsel secara konsisten meningkatkan kesiapan teknologi dan jaringan sebagai bagian dari upaya mengakselerasi terbentuknya ekosistem IoT di Indonesia.

"Upaya ini merupakan salah satu bentuk dukungan Telkomsel bagi roadmap pemerintah Indonesia yaituMaking Indonesia 4.0 dalam rangka memasuki era Industry 4.0, dimana aspek penguasaan teknologi, terutama teknologi informasi dan komunikasi menjadi kunci penentu daya saing Indonesia," jelasnya.

Solusi INTANK akan membantu Pertamina Patra Niaga dan Mitratel dalam berbagai use case yang berbeda. Pertamina Patra Niaga (PPN) adalah anak perusahaan Pertamina yang menjalankan dan mengembangkan kegiatan usaha di sektor hilir industri minyak dan gas bumi (migas) Indonesia yang mencakup kegiatan pengolahan, pengangkutan, penyimpanan, dan niaga migas.

Perusahaan ini mengimplementasikan INTANK untuk memonitor persediaan bahan bakar pada tangki penyimpanan terminal (terminal storage), sensor meter pada jalur distribusi, serta CCTV pada titik transfer kustodi.

Baca juga:
ATSI Soal Harga Sewa Infrastruktur MRT Jakarta: Masih Dibicarakan Solusinya
Smartfren Uji Coba Layanan di MRT Jakarta
Smartfren: Negosiasi Harga Sewa Infrastruktur MRT Jakarta Mendekati Titik Temu
Pertama di Dunia, Korea Selatan Resmi Hadirkan Koneksi 5G
Selesai Refarming, Kemkominfo Sebut Layanan 4G Operator Bisa Merata
Perlu Aturan Khusus Permudah Penyelenggara Jaringan Berikan Layanan di Ruang Publik
XL Sosialisasikan Aplikasi Laut Nusantara di Banyuwangi

(mdk/idc)

TOPIK TERKAIT