Telkomsel Lakukan Tata Ulang Frekuensi 800 dan 900 Mhz

TEKNOLOGI | 6 Maret 2019 08:38 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Telkomsel melakukan proses penataan ulang frekuensi radio (refarming) 800 MHz dan 900 Mhz sejak tanggal 25 Februari 2019 hingga 2 April 2019. Proses penataan frekuensi 800 MHz dan 900 MHz Telkomsel dilakukan di 42 cluster secara nasional yang mencakup 34 provinsi di Papua, Maluku, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Sumatra, dan Jawa.

Vice President Technology and System Telkomsel Indra Mardiatna mengatakan, frekuensi itu bagaikan urat nadi bagi penyelenggara jaringan seluler, untuk itu pihaknya menangani secara serius refarming untuk mengoptimalkan sumber daya frekuensi.

"Telkomsel sebelumnya telah berhasil melakukan penataan ulang frekuensi radio di spektrum berbeda. Berdasarkan pengalaman tersebut, kami optimis proses refarming kali ini juga dapat kami lakukan dengan lancar tanpa mengalami gangguan yang berarti," ujar Indra.

Untuk mengantisipasi terjadinya gangguan dan meminimalisasi dampak di sisi pelanggan, makarefarming dilaksanakan pada saat trafik jaringan rendah yaitu pukul 23.00 sampai pukul 02.00 keesokan harinya.

Selain itu, saat proses refarming dilakukan pada frekuensi 800 MHz dan 900 MHz, pelanggan tetap dapat menggunakan band spektrum lain seperti 1800 MHz, 2100 MHz dan 2300 MHz sehingga layanan Telkomsel dapat tetap dinikmati dengan baik.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 998 Tahun 2018 dan Kepdirjen SDPPI Kominfo Nomor 29 Tahun 2019, penyelenggara Jaringan Bergerak Seluler wajib melakukan penataan ulang pita frekuensi radio 800 MHz dan 900 MHz yang saat ini terpisah (non-contiguous). Penataan ulang bertujuan agar diperoleh penetapan pita frekuensi radio yang berdampingan (contiguous) untuk seluruh penyelenggara jaringan bergerak seluler pengguna pita frekuensi radiotersebut.

Dengan demikian, setiap penyelenggara memiliki keleluasaan dalam memilih teknologi seluler dan jenis pengkanalan yang paling sesuai dengan kondisi trafik layanan selulernya pada suatu area tertentu. Pada akhirnya masyarakat pengguna layanan seluler dapat menikmati kualitas yang lebih baik khususnya pada wilayah-wilayah yang mengalami kepadatan jaringan(congestion).

Baca juga:
Tunggu Palapa Ring Timur, XL Bakal Lebih Agresif Ekspansi 4G
Pojok Pintar Sisternet Ada di Kemkominfo
4G XL di NTT Jangkau 15 Kota
Harga Last Mile Palapa Ring Masih Jadi Isu
BAKTI Gandeng APJII dan APJATEL Manfaatkan Palapa Ring
Sistem Kabel Laut Penghubung Australia dan Asia Tenggara Siap Beroperasi
Kemkominfo sebut Bolt & First Media Selesaikan Lagi Refund 4.711 pelanggan

(mdk/idc)

TOPIK TERKAIT