Terlalu Dini untuk Fintech Saling Beradu

TEKNOLOGI | 14 November 2019 14:57 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Saat ini sudah makin banyak perusahaan-perusahaan financial technology (Fintech) berkembang di Indonesia. Potensinya pun masih begitu besar.

Bahkan, menurut CEO dan salah satu founder DANA, Vincent Iswara, menyebut terlalu dini jika berbicara terkait dengan persaingan.

"Masih early sekali bicara persaingan. Justru menurut saya, makin banyak pemain, proses edukasi kepada masyarakat mengenai fintech akan semakin cepat," ujarnya di kantor DANA, Jakarta, Kamis (14/11).

"Kita itu total market pengguna digital less than 7 persen. Jadi too early ngomongin persaingan," tambahnya.

Lebih lanjut, Vincent mengatakan, potensi untuk tumbuh dan berkembang perusahaan fintech ada di luar kota-kota besar. Market itu, masih besar dan butuh sentuhan untuk menyasarnya.

"Itulah tujuan dari digital payment ini. Gak cuma untuk kota-kota besar tetapi untuk seluruh masyarakat," jelas Vincent.

1 dari 1 halaman

Indonesia Termasuk Cepat

Meski masih banyak peluang yang bisa digarap, Vincent mengatakan, Indonesia merupakan negara yang termasuk cepat penetrasi digital ekonominya.

Dia menyontohkan dari sisi pengguna smartphone di Indonesia.

"Kita lihat penetrasi smartphone di Indonesia itu tinggi kan, 150-an juta lebih. Dan pengguna akses internet itu 171,17 juta. Nah itu potensial pasar yang harus kita garap secepatnya. Bukan hanya DANA, tapi semua pemain. Dan kita itu terus terang aja, masih jauh sekali," terangnya.

(mdk/faz)

TOPIK TERKAIT