Tertuduh, Apple Bantah Kirim Data Browsing Pengguna ke Tiongkok

TEKNOLOGI | 17 Oktober 2019 18:00 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Apple kini sedang tersandung kasus, di mana raksasa teknologi tersebut dituduh mengirim data browsing milik pengguna ke raksasa teknologi Tiongkok, Tencent.

Kini, Apple buka suara mengenai hal tersebut. Dalam konfirmasinya kepada Bloomberg, sebagaimana dikutip Ubergizmo via Tekno Liputan6.com, Apple menyebutkan pihaknya tetap menjaga baik privasi dan keamanan data pengguna.

"Apple menjaga privasi pengguna dan keamanan data (browsing) dengan Safari Fraudulent Website Warning," kata Apple.

Apple menyebut, Safari Fraudulent Website Warning merupakan fitur keamanan yang menandai website yang dianggap berbahaya.

Safari kemudian mengecek URL website terhadap daftar situs web yang dikenal dan menampilkan peringatan jika URL yang dikunjungi pengguna diduga melakukan tindakan jahat seperti phishing.

"Untuk menjalankan tugas ini, Safari mendapatkan sebuah daftar laman web yang dianggap berbahaya dari Google. Sementara, untuk perangkat yang ada di Tiongkok, Safari mendapatkan daftarnya dari Tencent," kata Apple.

Apple menekankan bahwa URL website yang dikunjungi pengguna tak pernah dibagikan kepada perusahaan penyedia layanan website aman. Terlebih, kata Apple, fitur ini bisa dinonaktifkan.

Oleh karenanya, fitur ini hanya berdampak pada pengguna iPhone di Tiongkok. Jika pengguna iPhone berada di wilayah lain, masalah ini tidak berdampak kepada mereka.

1 dari 1 halaman

Tudingan Apple Kirim Data ke Tencent

Sebelumnya, dikabarkan bahwa Safari pada iOS mengirimkan data browsing pengguna ke perusahaan Tiongkok Tencent.

Bagaimana hal ini terjadi? Rupanya, browser Appleitu dilengkapi dengan kontrol keamanan untuk melawan praktik jahat seperti phishing.

Di Safari, tool kontrol keamanan ini berfungsi melindungi pengguna dan bernama Fraudulent Website Warning. Agar bisa bekerja dengan benar, tool ini mengumpulkan dan mengirimkan informasi ke Google Safe Browsing.

Tujuannya adalah untuk membandingkan tautan dengan daftar hitam yang membantu menentukan, apakah suatu halaman yang dituju aman atau tidak.

Namun, mengutip laman Softpedia, Selasa (15/10/2019), baru-baru ini ditemukan fakta bahwa selain mengirimkan data browsing ke Google, Apple juga mengirimkan informasi serupa ke perusahaan Tiongkok Tencent.

Tencent adalah salah satu perusahaan internet besar yang juga terhubung dengan penyensoran dan dipertanyakan hubungannya dengan pemerintah Tiongkok.

Apple menuliskan, "sebelum mengunjungi suatu situs web, Safari mungkin mengirimkan informasi yang dikalkulasikan dari alamat web ke Google Safe Browsing dan Tencent Safe Browsing untuk mengecek apakah situs web itu tidak aman."

Apple lebih lanjut juga menyebutkan, penyedia layanan browsing aman mungkin juga masuk dan bisa mengakses alamat IP pengguna.

Sumber: Tekno Liputan6.com
Reporter: Agustin Setyo Wardani (mdk/idc)

Baca juga:
iPhone SE 2 Akan Dijual 5 Jutaan Saja?
Sepak Terjang Aplikasi Musik iTunes yang Akhirnya 'Dibunuh' Apple
Kantongi Sertifikat, iPhone 11 Siap Dirilis di Indonesia?
Apple Sematkan Sistem Agar iPhone Curian Tak Ada Nilainya
Apple Segera Rebut Kembali Tahta Pasar Smartphone Global Dari Huawei
iPhone 6S Tersandung Masalah Mati Total, Apple Tawarkan Reparasi Gratis
4 Cara Atasi Kamera iPhone yang Error, Mudah!

TOPIK TERKAIT