The NextDev 2018: Mau bikin startup? Pahami dulu pentingnya Founder Agreement

TEKNOLOGI | 23 April 2018 09:16 Reporter : Tim Merdeka

Merdeka.com - Tidak ada pakem yang menentukan dengan siapa kita harus berbisnis. Mau mendirikan usaha dengan orangtua, saudara kandung, kekasih, atau bahkan suami istri, ya sah-sah saja!

Namun tak bisa dipungkiri dengan siapa kita bekerjasama, akan menentukan masa depan startup. Oleh karena ketika mendirikan startup khususnya, kita harus memilih rekan bisnis yang tepat.

Muhamad Philosophi, Co-Founder Legalku Digital yang menjadi pembicara di The NexDev Academy 2018 pada materi Legal: Basic Legal For Startups menjelaskan pentingnya para founder memahami soal legalitas.

The NextDev 2018 ©2018 Merdeka.com

"Legal harusnya juga menjadi fokus para pelaku usaha. Di samping terkait manajemen risiko terkait pula dengan upgrading, jadi ketika mereka mau naik level profesional bukan startup, legalitas sudah terpenuhi," jelas pria yang akrab disapa Philo itu.

Dalam beberapa kasus, kekayaan intelektual dan hubungan dekat dengan asas kepercayaan saja dirasa cukup. Padahal bila melihat hasil penelitian, sebesar 60-65 persen startup gagal karena konflik antara co-founder.

Reporter: Stella Maris

Baca selengkapnya di tautan ini. (mdk/ara)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.