Tidak Bisa Lepas Dari HP? Mungkin Kamu Nomophobia, Ini Gejalanya!

Tidak Bisa Lepas Dari HP? Mungkin Kamu Nomophobia, Ini Gejalanya!
TEKNOLOGI | 1 Desember 2020 11:42 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Tak bisa dimungkiri, smartphone atau HP sudah jadi kebutuhan besar untuk masyarakat saat ini. Dengan satu perangkat canggih ini, kita dapat berkomunikasi secara real time, menggunakan aplikasinya untuk berbagai kebutuhan secara luas, hingga untuk hiburan.

Oleh karena itu, smartphone adalah perangkat yang kita bawa kemana pun kita bepergian, mengingat fungsinya yang jauh melebihi sekadar alat berkomunikasi. Hal ini pun sudah lazim dilakukan secara meluas, dan kita bahkan bisa menemui kesulitan jika tidak membawa HP kala bepergian.

Hal ini membawa pengaruh secara individu. Di mana, banyak dari kita tak bisa lepas dari genggaman ponsel pintar. Terkadang, jika HP kita tidak berada pada satu raihan tangan, kita akan gelisah.

Bahkan, ketika HP ketinggalan di rumah atau hilang, seseorang bisa mengalami gelisah atau bahkan ketakutan irasional.

Jika Anda kerap menemui hal tersebut, ini adalah sebuah kondisi psikologis, yakni nomophobia. Kondisi ini sendiri tak melulu soal kegelisahan ketika jauh dari HP, namun juga gelisah kala tidak ikut perkembangan informasi, hingga berusaha keras mencari sinyal atau jaringan wifi jika tidak ada sinyal.

Apakah Anda termasuk pengidap kondisi ini? Mari kita bahas seperti yang dilansir dari The Healthy berikut.

Definisi Nomophobia

Nomophobia adalah gangguan kecemasan yang muncul akibat tidak memiliki akses pada ponsel pintar atau layanan ponsel.

Berdasarkan hasil studi tahun 2019, ditemukan bahwa separuh dari total responden yang didapatkan mengalami stres saat tidak bersentuhan dengan ponsel pribadinya. Kondisi ini pun dinilai semakin berkembang parah setiap tahunnya. Di mana semakin banyak masyarakat yang mengalami kecemasan saat tidak sedang menggunakan atau mengakses ponsel pintar.

Meskipun begitu, nomophobia bukan termasuk kondisi kesehatan mental yang dapat didiagnosis seperti gangguan mental lainnya. Namun pada tahun 2014, para peneliti mengajukan agar nomophobia bisa masuk dalam data Manual of Mental Disorders (DSM). Sebab nomophobia dapat memberikan masalah kecemasan pada penderita hingga terdapat kemungkinan mempengaruhi perilaku sehari-hari.

Gejala

Secara umum, berikut kecenderungan perilaku atau gejala nomophobia yang dapat terjadi:

  1. Merasa tidak nyaman tanpa akses informasi secara terus-menerus melalui smartphone atau ponsel pintar.
  2. Merasakan gugup atau cemas ketika tidak bisa mendapatkan berita atau informasi melalui ponsel pintar yang digunakan sehari-hari.
  3. Merasa takut dan tidak ingin baterai ponsel pintar cepat habis. Sehingga melakukan berbagai cara agar baterai bisa kembali terisi dan bisa digunakan kembali.
  4. Jika tidak memiliki sinyal data dan tidak terhubung dengan WiFi, maka seseorang akan memeriksa setiap waktu sudah bisa mendapatkan sinyal atau terhubung jaringan WiFi atau belum.
  5. Merasa cemas ketika tidak mengakses ponsel pintar atau tidak terhubung dengan koneksi, karena menganggap identitas online dirinya hilang.

Baca Selanjutnya: Dampak Dalam Diri...

Halaman

(mdk/idc)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami