Tiga Tips Qasir, Platform Digital UMKM, agar Usaha Tetap Jalan saat Krisis Covid-19

Tiga Tips Qasir, Platform Digital UMKM, agar Usaha Tetap Jalan saat Krisis Covid-19
TEKNOLOGI | 6 April 2020 13:39 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan Covid-19 sebagai pandemi pada medio Maret lalu, membuat banyak negara termasuk Indonesia menerapkan berbagai kebijakan pembatasan sosial. Tujuannya untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Tanah Air.

Karantina lokal dan isolasi mandiri yang dilakukan oleh publik berdampak cukup besar, khususnya bagi industri yang mengandalkan kunjungan dan transaksi konsumen harian. Namun demikian, penurunan kunjungan konsumen belakangan mulai digantikan ke online.

Berdasarkan survei YouGov bertajuk "Covid-19 Impact on Indonesian Consumer Behavior", terjadi peningkatan belanja online sebesar 20 persen dan pemesanan makanan melalui delivery service sebesar 14 persen. Ini menunjukkan perilaku konsumen mulai mengarah kepada aktivitas online atau berbasis aplikasi dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, di kota-kota lain masih banyak bisnis yang sangat mengandalkan transaksi offline, khususnya bagi usaha mikro dan kecil.

Michael Williem, CEO Qasir, mengatakan pelaku UMKM perlu memiliki respons cepat dalam menanggapi situasi krisis ini. Qasir merupakan ekosistem digital bagi usahawan mikro dan kecil. Teknologi Qasir memungkinkan usahawan melakukan pencatatan transaksi, pembayaran digital, pengisian kembali stok dari pemasok terdekat sampai dengan layanan untuk pengembangan usaha, seperti pembiayaan dan dukungan merek untuk usahawan mikro, kecil, dan menengah.

“Saya melihat usahawan UMKM mulai merambah ke layanan berbasis online untuk menjaga keberlangsungan usahanya. Namun, bagaimana dengan kelompok usaha yang tidak terlalu beruntung lainnya, mengingat tidak semua usaha bisa serta-merta bertransisi menjadi bisnis online. Ini perlu dicarikan solusi, mengingat usaha-usaha mikro dan kecil merupakan kelompok yang sangat rentan jika terjadi perlambatan daya beli konsumen,” ujar Michael dalam rilisnya, Senin (6/4).

Menurutnya, dalam keadaan serba tidak pasti ini, sangat penting bagi usahawan untuk mengambil langkah-langkah preventif dan taktis untuk menjaga bisnis tetap berjalan, tapi tetap waspada terhadap penyebaran virus di sekitarnya.

Jangan sampai kita terlalu fokus mencari cara agar bisnis terus untung, tapi luput memberikan perlindungan bagi diri sendiri, karyawan, dan keluarga. Semua harus dipertimbangkan dengan bijak, katanya.

Bagi usahawan mikro dan kecil yang tetap harus menjalankan usahanya, Michael mengimbau agar para usahawan dapat memperhatikan beberapa hal berikut selama berinteraksi sosial:

1. Jaga kebersihan dagangan; keselamatan penjual dan pelanggan nomor satu

Salah satu dampak warga melakukan isolasi mandiri dan bekerja dari rumah adalah mobilitas mereka akan terbatas di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Sebagai upaya pencegahan penularan virus adalah terus menjaga kebersihan barang dagangan.

Usahawan sebaiknya menyediakan hand sanitizer, memakai masker, atau sarung tangan jika hendak mengambilkan barang/makanan untuk pembeli. Sehabis memegang uang, sebaiknya langsung cuci tangan. Jika diperlukan, usahawan bisa membersihkan barang-barang di tokonya dengan alat disinfektan.

Bagi usahawan yang memiliki bisnis logistik dan pesan-antar, Qasir mengimbau supaya membatasi kontak langsung saat pengiriman, menjaga higienitas awak dan armada kirim secara berkala, serta membekali awak kirim dengan pengetahuan pencegahan penularan Covid-19.

1 dari 2 halaman

2. Bijak melakukan stok barang

Berkaca dari fenomena panic buying beberapa waktu lalu, usahawan juga perlu bijak memilih stok barang dagangannya agar tidak sampai terjadi kelangkaan.

Selama periode isolasi, kebutuhan masyarakat umumnya akan didominasi oleh barang-barang pokok, seperti bahan baku makanan, alat kebersihan dan sanitasi. Selanjutnya, kebutuhan akan merambah ke produk-produk lain seperti camilan, buah-buahan, dan kebutuhan lain, seiring berlanjutnya periode isolasi.

2 dari 2 halaman

3. Saling berbagi dan peduli

Seluruh masyarakat diharapkan semakin peka pada bisnis-bisnis skala mikro dan kecil yang ada lingkungan tempat tinggal. Bentuk kepedulian bisa dimulai dengan mulai berbelanja kebutuhan pokok di warung-warung kelontong yang masih buka.

Kami optimistis masa sulit ini akan berakhir, dan dalam masa bertahan ini, ada baiknya agar kita saling dukung dan lebih peka kepada sesama. Berbelanja di warung kelontong dekat rumah akan lebih baik, Anda tetap bisa menjaga jarak dan melakukan isolasi mandiri, namun tetap membantu menghidupkan usaha mikro di sekitar, pungkas Mike.

(mdk/sya)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami