Tips agar Koneksi Internet Anda Tidak Lemot

Tips agar Koneksi Internet Anda Tidak Lemot
TEKNOLOGI | 29 Juni 2020 17:57 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Kecepatan internet yang lemot disebabkan banyak faktor, mulai dari infrastruktur internet, interferensi jaringan, penggunaan data, trafik yang tinggi, faktor pemilihan perangkat dan kerusakan perangkat, dan faktor pengganggu dalam ruangan.

Bahkan banyak yang percaya perlu trik mengutak-atik pengaturan pada smartphone dan laptop seperti mencabut dan memasang kembali kartu SIM, mode pesawat, mematikan jaringan sementara, mengubah pengaturan DNS, dan rutin me-reboot/restart perangkat router sebagai solusinya.

Dalam beberapa kasus seperti ada interferensi signal wireless, memang butuh restart. Namun, umumnya lambatnya kecepatan akses sebenarnya dipicu oleh faktor lain, sehingga trik seperti itu kurang membawa dampak berarti.

Selain itu, ternyata masih banyak yang menganggap perangkat jaringan adalah satu kesatuan dengan layanan internet atau layanan Internet Service Provider (ISP).

Padahal perangkat jaringan dan layanan internet merupakan dua hal berbeda, tapi melengkapi dan mendukung satu sama lain. Jadi peran penting dari perusahaan penyedia perangkat jaringan, seperti TP-Link Indonesia, sangatlah strategis. Yakni menyediakan komponen perangkat jaringan yang andal dengan dukungan teknologi, spesifikasi, dan fitur yang mendukung layanan internet.

Berikut ini tips TP-Link untuk memilih router yang tepat:

1. Agar penggunaannya mencukupi, perhitungkan jumlah bandwidth yang tersedia dengan jumlah perangkat yang akan menggunakan bandwidth tersebut. Rendahnya kecepatan akses internet dari ISP yang tidak sebanding dengan jumlah perangkat yang terhubung. Misalnya, penggunaan paket internet 10 Mbps yang dibagi untuk 10 perangkat, yang mana secara teori setiap perangkat akan mendapat kecepatan internet 1 Mbps.

Jika kecepatan akses internet tidak lebih dari 50 Mbps, maka pengguna dapat menggunakan perangkat yang memiliki port WAN dengan rating fast ethernet (100 Mbps). Namun, jika kecepatan akses internet user berada di atas nilai tersebut, sebaiknya menggunakan perangkat yang memiliki port WAN dengan rating gigabit ethernet (1.000 Mbps). Hal ini penting untuk memastikan tidak terjadi bottleneck, yang mengakibatkan tidak optimalnya penyaluran bandwidth dari ISP ke gateway.

2. Penggunaan perangkat jaringan yang tidak sesuai karena tidak memperhatikan kebutuhan dasar pengguna. Contohnya, penggunaan router entry level untuk kegiatan bisnis atau perkantoran yang sudah tentu jumlah perangkat yang tersambung akan jauh lebih banyak melebihi spesifikasi hardware perangkat tersebut.

Pilih lah perangkat router yang mendukung dual band 2,4 GHz dan 5 GHz agar performa lebih maksimal.

Rata-rata router TP-Link memiliki kemampuan band steering otomatis, yang membagi perangkat sesuai dengan band-nya secara otomatis. Hal ini mempengaruhi performa, mengingat sekarang ini sudah banyak perangkat yang mendukung dual band.

1 dari 1 halaman

Perhatikan Lokasi Router

3. Pelajari topologi penempatan router yang optimal. Bahan-bahan di kantor seperti aluminium bisa mempengaruhi kinerja router menjadi buruk, karena wireless dipancarkan melalui gelombang elektromagnetik melalui udara, maka halangan fisik dengan tingkat densitas tertentu akan melemahkan tingkat kekuatan sinyal sehingga faktor peletakan perangkat harus diperhatikan.

Rumus dasarnya adalah memastikan perangkat diletakkan di tengah ruangan dengan posisi berada pada ketinggian yang cukup agar tercipta kondisi line of sight antara pemancar dan perangkat penerima tanpa ada halangan fisik.

Sebenarnya yang menjadi acuan kita dalam memilih router adalah aktivitas internet bukan jumlah penggunanya. Meski begitu, untuk aktivitas online ringan seperti browsing, bermain media sosial, download, dan chatting dapat menggunakan router entry level seperti TL-WR840N.

Namun, jika kebutuhan online seperti online gaming dan streaming yang tersambung dsudah berada di atas nilai 10 hingga maksimal 20, maka disarankan untuk menggunakan perangkat router mid-high yang memiliki kemampuan dual band seperti produk Archer/Deco.

Untuk pengguna dengan luas area kecil, dapat menggunakan router kelas basic/entry dengan memperhatikan batasan jumlah user dan kecepatan akses yang dimiliki.

Untuk area yang cukup luas dengan dinding tebal, dapat menggunakan router high power seperti TL-WR841HP dan Archer C58HP atau kombinasi router dengan extender seperti Archer C60 dan RE450. Sedangkan bila menginginkan all in one solution untuk area luas dengan aktivitas online yang cukup banyak dan berat, Anda dapat menggunakan Mesh Router seperti Deco E4 dan Deco M5.

(mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami