TopJek klaim keberadaannya tak bakal ganggu privasi konsumen

TEKNOLOGI | 8 Oktober 2015 18:30 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Geliat aplikasi transportasi seperti Go-Jek, GrabBike, Blu-Jek makin mewabah di ibukota. Bahkan, baru-baru ini ada satu pemain layanan yang serupa muncul, TopJek. Menurut Co-founder sekaligus Direktur TopJek, Cempaka Adinda Devi, mengatakan, perusahaan aplikasi besutannya ini sangat menjaga privasi konsumennya.

Maklum, isu privasi konsumen memang sedang menjadi topik yang hangat bagi kalangan pengguna ojek online. Pasalnya, tak jarang mereka mendapatkan pesan dari pengemudi ojek online di luar pesanan mereka.

Kelemahan privasi yang ada di layanan ojek online sebelumnya diklaim jadi jadi fokus perusahaan supaya bisa bersaing dengan pemain lain yang sudah lebih dulu hadir.

"Kita akan buat pengemudi tidak bisa menghubungi pengemudi secara langsung. Di aplikasinya Topjek sudah dibuatkan fitur chatroom khusus yang dapat dipakai untuk komunikasi pengemudi dan pengguna layanan, jadi nomor telepon tidak diekspos," kata Cempaka kepada Merdeka.com di kantornya kawasan Pasar Minggu, Jakarta, Kamis (8/10).

Dirinya pun menjamin jika menggunakan fitur chatroom, keamanan privasi konsumen tak mungkin bocor. Terlebih, kata dia, sisi transportasi penumpang memang menjadi salah satu layanannya, namun lebih diutamakan adalah pengiriman barang.

"Perusahaan lain memang sudah menyediakan jasa ini, tapi menurut kami masih banyak yang bisa dilakukan di bisnis ini. Topjek siap menjanjikan pengiriman barang bisa dikirimkan ke tujuan dalam waktu kurang satu jam dengan kualitas sistem yang lebih baik dari yang disediakan perusahaan lain," tutur wanita jebolan LSPR ini.

"Selain menyasar pasar personal, kita juga sedang dalam tahap perbincangan dengan beberapa perusahaan. E-commerce lokal di bidang fashion salah satu yang dalam penjajakan bisnis dengan Topjek," tandasnya.

Meskipun belum meluncur secara resmi, Topjek mengaku sudah menerima sekitar 10 ribu pendaftar melalui website yang disediakannya. Perusahaan ini mengaku bakalan melakukan penyaringan yang cukup ketat bagi calon pengemudi yang berminat jadi pengemudi di layanan ojek online miliknya. Untuk operasional pertama kali nanti, mereka akan mengoperasikan 2000 pengemudi ojek yang akan melayani seluruh wilayah Jakarta.

Baca juga:
Ojek online semakin marak, peminat angkutan umum turun drastis
Ojek online LadyJEK telah miliki 800 sopir, kebanyakan mahasiswi
Ojek online LadyJEK patok tarif Rp 25.000 per 6 Km pertama
Ojek online LadyJEK hadir tonjolkan pemberian kenyamanan kaum hawa
Kini muncul 'LadyJek', aplikasi ojek online khusus wanita
Ahok tak khawatir layanan antar jemput online bikin macet Jakarta

(mdk/bbo)