Tren Pendanaan Fintech Akseleran Naik Jelang Lebaran, Rp 250 Miliar per April

Tren Pendanaan Fintech Akseleran Naik Jelang Lebaran, Rp 250 Miliar per April
TEKNOLOGI | 14 Mei 2020 11:32 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Nilai pendanaan platform fintech Akseleran memperlihatkan tren positif di akhir kuartal I tahun ini dibandingkan periode sama tahun lalu. Hingga akhir Maret lalu, terjadi kenaikan pendanaan hingga 30 persen atau setara hampir Rp 200 miliar secara tahunan.

Ivan Tambunan, CEO & Co-Founder Akseleran, mengatakan dari sisi volumenya, kontribusi pendanaan oleh pendana ritel terbesar masih berasal dari rentang usia 35-54 tahun yang mencapai 41 persen. Sedangkan, dari sisi jumlah pendananya kontribusi terbesar dari rentang usia 21-34 tahun yang mencapai 70,5 persen.

Menurutnya, tren positif ini masih tetap terjaga hingga hari raya Idul Fitri tiba seiring dengan para pendana ritel akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR) di pertengahan Mei ini, sehingga memberikan kepada mereka banyak dana tambahan untuk dipinjamkan melalui Akseleran.

“Hingga saat ini, Akseleran sudah menyalurkan total pinjaman usaha secara kumulatif sebesar Rp 1,23 triliun. Selama empat bulan terakhir di tahun ini, kami sudah menyalurkan total pinjaman usaha lebih dari Rp 250 miliar kepada para pelaku usaha,” ujar Ivan dalam keterangan resminya, Kamis (14/5).

Meski demikian, lanjut dia, efek dari Covid-19 membuat penyaluran pinjaman usaha Akseleran mengalami penurunan sekitar 30-40 persen. Untuk sektor usahanya, Akseleran sebagai platform Peer to Peer (P2P) Lending yang menyalurkan pinjaman produktif banyak bermain di sektor infrastruktur, mining, logistik, dan trading.

1 dari 1 halaman

Jaga Tingkat Gagal Bayar di Bawah 1 Persen

hery h winarno

©2019 Merdeka.com

“Di tengah wabah Covid-19, ada peningkatan permintaan pinjaman di sektor kesehatan, seperti pengadaan rapid test atau disinfektan, serta sektor logistik atau trading terkait distributor sembako. Khusus selama bulan Ramadan tahun ini, kami tidak terlalu terdampak karena Akseleran merupakan P2P Lending sektor produktif. Hanya biasanya dari sektor produsen atau distributor kue-kue kering atau produk yang permintaannya meningkat menjelang Lebaran, juga permohonan pinjamannya,” jelasnya.

Dalam penyaluran pinjaman usaha di saat pandemi ini, Akseleran lebih ketat melakukan assessment pinjaman agar tingkat gagal bayar oleh peminjam tidak meningkat. Langkah tersebut sejauh ini berhasil mempertahankan kestabilan tingkat gagal bayar Akseleran yang mencapai 0,69 persen dari total penyaluran pinjaman usaha pada pertengahan Mei atau turun 0,05 persen dibandingkan pertengahan bulan sebelumnya.

“Jadi dari penyaluran pinjaman usaha memang ada sedikit penurunan akibat Covid-19 dan belum ada perubahan secara signifikan dari sektor usaha. Namun, kami bersyukur kepercayaan pemberi pinjaman cenderung meningkat sejalan dengan masih stabilnya tingkat gagal bayar di Akseleran yang akan kami jaga tetap di bawah 1 persen hingga akhir tahun ini,” pungkas dia.

(mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami