Tri Optimalkan Jaringan di 216 Titik Strategis

Tri Optimalkan Jaringan di 216 Titik Strategis
TEKNOLOGI | 21 Mei 2020 10:00 Reporter : Fauzan Jamaludin

Merdeka.com - Hingga minggu ketiga bulan Ramadan, 3 Indonesia telah mencatat kenaikan lalu lintas data sebesar 22 persen dibandingkan bulan sebelumnya, atau sebesar 48 persen jika dibandingkan dengan Ramadan tahun lalu.

Kenaikan ini sesuai dengan prediksi 3 Indonesia yang sebelumnya memperkirakan adanya lonjakan penggunaan internet yang lebih besar selama bulan Ramadan tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya, karena didorong oleh imbauan dari pemerintah untuk beraktivitas dari rumah selama masa pandemi berlangsung.

Berdasarkan data yang dihimpun tim teknikal 3 Indonesia, kenaikan lalu lintas data selama tiga minggu pertama bulan Ramadan didominasi oleh penggunaan layanan e-commerce sebesar 77 persen yang disebabkan maraknya aktivitas belanja online selama bulan Ramadan berlangsung. 3 Indonesia memperkirakan tren ini akan berlanjut dan mencapai puncaknya pada pekan perayaan Idul Fitri.

Daerah yang mengalami kenaikan trafik layanan tertinggi di antaranya Kisaran, Sumatera Utara (9 persen), dan Cianjur-Sukabumi (8 persen), dan kemudian diikuti oleh Karawang, Serang dan Tasikmalaya (7 persen). Hal ini juga dipengaruhi dengan adanya penerapan PSBB di beberapa daerah tersebut.

"Berbeda dari tahun sebelumnya, banyak pelanggan 3 Indonesia yang harus merayakan Idul Fitri tahun ini tanpa dapat bertemu dengan keluarga dan sanak saudara tercinta. Silaturahmi kini dilakukan melalui pesan singkat, dan video call. Untuk selalu menghubungkan seluruh pelanggan, kami melakukan optimisasi kualitas dan kualitas jaringan agar pelanggan tetap dapat menjalankan ibadah dan silaturahmi di Hari Raya dengan nyaman meskipun harus tetap berada di rumah masing-masing," ujar M. Buldansyah, Wakil Presiden Direktur 3 Indonesia dalam siaran persnya, Kamis (21/5).

Untuk mengantisipasi lonjakan lalu lintas data selama Hari Raya Idul Fitri, 3 Indonesia melakukan upaya optimasi jaringan di 216 point of interest (POI) yang terfokus pada daerah padat penduduk dan jalur transportasi logistik di seluruh Indonesia. Secara lebih detail, terdapat 45 POI di Sumatera, 95 POI di Jabodetabek dan Jawa Barat, 41 POI di daerah Jawa lainnya, Bali, dan Nusa Tenggara, beserta 31 POI di Kalimantan dan Sulawesi.

Selain itu, untuk semakin memastikan penyediaan jaringan yang andal, 3 juga telah membangun 2.500 BTS baru, serta menambah kapasitas jaringan di 4.000 BTS di area pemukiman penduduk. 18 unit armada Cell on wheels (COW) juga dikerahkan di sejumlah titik strategis. Optimisasi juga dilakukan di area rumah sakit rujukan COVID-19.

"Kami senantiasa memantau dan mengendalikan jaringan kami dari Network Operation Center (NOC) yang beroperasi selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, termasuk selama Hari Raya berlangsung. Kami berharap seluruh upaya ini dapat membantu pelanggan kami untuk dapat beribadah serta bersilaturahmi dengan keluarga dan orang-orang tercinta secara virtual dengan nyaman," pungkas M. Buldansyah.

1 dari 1 halaman

Alokasi Kuota Bertambah

Dolly Susanto, Chief Commercial Officer 3 Indonesia, mengatakan, situasi seperti saat ini memang pada akhirnya membutuhkan kuota yang lebih banyak lagi. Secara rasional, jika disituasi normal maka teleconference hanya dilakukan bersama keluarga. Namun, saat ini berbeda.

"Kami menyadari situasi ini mengubah alokasi kuota pengguna. Mungkin tadinya bisa banyak untuk video call dengan keluarga sekarang malah banyak habis untuk teleconference untuk mengerjakan tugas. Agar pengalaman gaya hidup digital bersama 3 Indonesia tetap optimal, promo dan tambahan cashback dari 3 bisa menjadi solusi," ungkapnya.

Maka dari itu, lanjut Dolly, pihaknya memberikan beragam keuntungan dan manfaat bagi pelanggan 3 Indonesia, seperti; paket always on unlimited, cashback dan tambahan kuota, THR puluhan juta rupiah, dan lain sebagainya.

"Melalui seluruh manfaat dan keuntungan ini, serta dukungan jaringan 4.5G Pro kami yang kini telah menjangkau 200 juta populasi di lebih dari 33.000 desa di seluruh Indonesia, kami sungguh berharap dapat menjadi solusi bagi pengguna kami dalam memenuhi kebutuhan gaya hidup digital mereka di rumah selama pandemi ini berlangsung," tutup Dolly.

(mdk/faz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami