Twitter Bebaskan Akses Arsip Twit Untuk Tujuan Penelitian

Twitter Bebaskan Akses Arsip Twit Untuk Tujuan Penelitian
Ilustrasi Twitter. ©2016 Merdeka.com
TEKNOLOGI | 26 Februari 2021 16:35 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Jejaring sosial khusus mikroblogging Twitter beberapa waktu lalu membuka akses secara penuh untuk arsip twit mereka. Namun hal ini tak berlaku untuk semua, hanya untuk akademisi atau peneliti yang berminat membuat laporan soal percakapan publik di platform populer tersebut.

Selama lebih dari dua tahun Twitter mengaku telah memulai penelitian internal secara ekstensif untuk lebih memahami kebutuhan, kendala, dan tantangan yang dihadapi para peneliti saat mempelajari percakapan publik.

"Pada Oktober 2020, lalu kami menguji produk ini dalam program beta privat di mana kami mengumpulkan umpan balik tambahan," tutur Adam Tornes and Leanne Trujillo, Product Managers di Twitter dikutip dari keterangan di blog perusahaan

Hal itu, kata Tornes dan Trujillo, memberikan gambaran umum tentang beberapa pekerjaan penting yang kini dapat diaktifkan oleh produk bernama Academic Research yang diluncurkan dan dapat diakses secara cuma-cuma.

Mereka yang tertarik menggunakan produk ini perlu mengajukan aplikasi terlebih dahulu. Aplikasi ini termasuk paparan tentang tujuan penelitian, bagaimana data Twitter digunakan, dianalisis, dan diterbitkan, serta sumber pendanaan untuk penelitian tersebut.

Kelebihan

Secara garis besar, berikut yang akan jadi kelebihan Twitter untuk para akademisi yang ingin meneliti dengan subjek platform berlogo burung tersebut.

  • Akses gratis ke riwayat lengkap percakapan publik melalui pencarian arsip end-point lengkap, yang sebelumnya hanya terbatas untuk pelanggan premium atau perusahaan berbayar
  • Tingkat akses lebih tinggi ke platform pengembang Twitter secara gratis, termasuk batas volume twit bulanan yang jauh lebih tinggi, yakni 10 juta twit.
  • Kemampuan filter yang lebih tepat di semua end-point v2 untuk membatasi pengumpulan data pada apa yang relevan untuk penelitian dan meminimalkan proses pembersihan data
  • Panduan teknis dan metodologi baru untuk memaksimalkan keberhasilan penelitian

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Mochamad Wahyu Hidayat (mdk/idc)

Baca juga:
Heboh Tebak Warna Rambut Kaesang Anak Jokowi, Ungu Terong, Hijau Lumut Atau Abu-Abu?
Jubir: Akun Presiden Jokowi Diserang dengan Kata-kata Makian Selama 24 Jam
Fungsi LinkedIn untuk Perkembangan Karier, Media Sosial bagi Para Pencari Kerja
UU ITE Perlu Dirombak Total
CEK FAKTA: Hoaks Vtube Resmi Dilindungi Pemerintah Indonesia
Kehadiran Buzzer Dinilai Buah Demokrasi dan Keterbukaan Informasi Dunia Digital
Dino Patti Djalal Dilaporkan ke Polisi Terkait Cuitan Sindikat Mafia Tanah

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami