Uji layanan 4G, coverage Smartfren di Manado capai 72 persen

Uji layanan 4G, coverage Smartfren di Manado capai 72 persen
Vice President Technology Relations PT Smartfren Telecom Munir Syahda Prabowo. ©2017 Merdeka.com/Iqbal Fadil
TEKNOLOGI | 8 Desember 2017 06:19 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Sulawesi Utara khususnya Kota Manado, mendapat perhatian khusus dari PT Smartfren Telecom untuk memperkuat layanannya. Satu-satunya operator yang menyediakan layanan full 4G itu melakukan tes jaringan (network drive test) untuk membuktikan coverage mereka. Hasilnya wilayah di Kota Manado dan sekitarnya mendapat sinyal 4G Smartfren dengan baik.

"Kita mengajak teman-teman wartawan untuk melakukan uji layanan 4G milik Smartfren. Lebih tepatnya sharing experience karena uji jaringan sudah kita lakukan sebelumnya," kata Vice President Technology Relations PT Smartfren Telecom Munir Syahda Prabowo di Hotel Four Points, kawasan Boulevard, Manado, Kamis (7/12).

Pemaparan itu disampaikan Munir usai bersama sejumlah wartawan melakukan perjalanan dari Manado melintasi wilayah Tomohon, Kawangkoan, Langoan, Tondano dan kembali ke Manado. Dari data yang dikumpulkan melalui alat pemantau sinyal, didapatkan hasil coverage sekitar 60 persen. Sedangkan untuk average speed download rata-rata mencapai 4-5 Mbps.

Dia mengakui, di beberapa titik memang ada yang tidak tercover sinyal Smartfren. "Memang tidak semua bisa kita cover, terutama yang wilayah secara teknis geografisnya sulit. Tapi di Tondano sinyal kita cukup kuat. Tadi kita coba melakukan video call ke Jakarta, dan hasilnya bagus," jelasnya.

Selain itu, alasan tingkat keekonomisan juga membuat Smartfren tidak memasang menara BTS di setiap wilayah. "Kita punya hitungan dan alat pengujian berapa traffic data di suatu wilayah sehingga kita harus memperkuat jaringan. Jika tidak potensial, artinya secara revenue tidak menutupi cost yang kita keluarkan, kita tidak akan memasang BTS," ujar Munir.

Secara umum, tambah Munir, layanan 4G Smartfren di Sulawesi Utara terbentang dari ujung utara di Kota Bitung hingga wilayah Kotamobagu. "Khusus wilayah Kota Manado coverage mencapai 72 persen. Sudah memenuhi syarat dan sangat layak digunakan," tukasnya.

Hingga quarter 3 atau bulan September 2017, Munir menyebut, pelanggan Smartfren secara nasional mencapai 12,6 juta pelanggan dengan mayoritas berada di Pulau Jawa. Jumlah itu sebagian kecilnya merupakan pelanggan lama di jaringan CDMA yang mulai akhir November 2017 sudah ditiadakan. Dia mengingatkan, Smartfren bukan lagi operator CDMA.

"Smartfren terus berkomitmen untuk meningkatkan pelayanannya baik dari sisi jaringan, produk, serta servis. Khusus di Manado kami melakukan peningkatan pelayanan jaringan hingga 4G+," tutupnya. (mdk/fik)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami