Upaya Apple Berkontribusi Dalam Bidang Kesehatan

TEKNOLOGI | 17 Januari 2019 12:00 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Apple sedang dirundung permasalahan pemasukan yang menurun akibat turunnya penjualan. Namun fokus Apple tak cuma di keterlanjutan bisnisnya. Di aspek lain, Apple ingin berkontribusi soal teknologi kesehatan.

Hal ini terpancar dari sang CEO Tim Cook ketika diwawancarai oleh CNBC, yang dikutip oleh Mashable.

"Jka Anda dapat melihat ke masa depan, dan Anda melihat ke belakang sambil mengajukan pertanyaan 'apa kontribusi terbesar Apple kepada umat manusia?' jawabannya akan tentang kesehatan," sebut Tim Cook.

Perkataan Tim Cook sendiri tidak serta merta bualan. Apple Watch yang tak cuma sekedar arloji canggih, tak disangka sering menjadi 'penyelamat' banyak sekali penggunanya.

Hal ini terjadi berkat adanya ECG atau electrocardiogram, yang dapat mendeteksi masalah jantung dengan mengukur aktivitas listrik yang dihasilkan jantung. Jika dirasa terdapat irama jantung yang tak teratur, Apple Watch langsung akan memberi notifikasi kepada pengguna sehingga bisa ditangani di waktu yang tepat, tanpa keterlambatan yang berakibat fatal.

Selain soal pelacakan kelainan jantung, Apple Watch juga disebut mampu deteksi diabetes dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi. Menurut studi dari founder dari Cardiogram yakni Brandon Ballinger yang dikutip Techcrunch, Apple Watch dapat mendetaksi bahwa 462 dari 14.000 relawan menderita diabetes Hal ini terdeteksi dari sensor denyut jantung dalam perangkat jam tangan canggih tersebut.

Hal ini memang masuk akal terjadi. Menurut Framingham Heart Study, denyut jantung istirahat serta denyut jantung dalam variabilitas tertentu bisa memprediksi diabetes dan hipertensi.

Menurut Ballinger dan rekan-rekannya dalam meneliti Apple Watch, jam tangan ini mampu mendeteksi deretan penyakit fatal lainnya dengan cepat. Seperti contohnya soal irama jantung yang abnormal dengan akurasi 97 persen, gangguan pernapasan tidur atau sleep apnea dengan akurasi 90 persen, diabetes dengan akurasi 85 persen, serta hipertensi dengan akurasi 82 persen.

Selain deretan aksi nyata di atas, melansir CNBC, Apple kini sedang bernegoisasi dengan Medicare yang merupakan asuransi kesehatan pemerintah semacam BPJS di AS, untuk memasok Apple Watch kepada jutaan orang Amerika yang berumur di atas 65.

Hal ini disebut oleh pakar kesehatan dapat mencegah biaya dokter atau rumah sakit yang mahal.

Sebelumnya, Apple sendiri telah bekerjasama dengan beberapa dari asuransi di AS untuk memberi subsidi kepada pengguna untuk membeli Apple Watch dengan harga murah.

Baca juga:
Demi iPhone, Qualcomm Diminta Apple Bayar Rp 14,1 triliun
Kisah Siri Selamatkan Nyawa Korban Kecelakaan di Tengah Gurun
Kurangnya Inovasi Jadi Kambing Hitam Turunnya Penjualan iPhone
Bocoran Terbaru Ungkap Deretan Varian iPhone 2019, Bakal Usung Tripel Kamera!
Ejekan Apple ke Google dan Amazon di CES 2019
iPhone XR Akan Segera Jadi iPhone Terlaris dan Terpopuler
Tak Cuma Apple, Samsung Juga Alami Penurunan Keuntungan

(mdk/idc)

TOPIK TERKAIT