Vendor Smartphone Tiongkok Kerja Sama Lawan Dominasi Google Play Store

Vendor Smartphone Tiongkok Kerja Sama Lawan Dominasi Google Play Store
TEKNOLOGI | 7 Februari 2020 11:14 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Huawei sempat masuk dalam larangan perdagangan AS, yang membuatnya tak bisa menggunakan produk Google. Hal ini membuat pengguna Huawei tak bisa menikmati aplikasi Google.

Nah, hal ini nampaknya menginspirasi perusahaan Tiongkok lainnya untuk mencoba membuat alternatif dari Google Play Store sebagai 'rumah' bagi aplikasi-aplikasi populer.

Melansir laporan Reuters, empat raksasa teknologi Tiongkok yakni Huawei, Oppo, Vivo, dan Xiaomi, telah bekerjasama untuk memungkinkan pengembang asing untuk mengunggah aplikasi ke semua toko aplikasi mereka masing-masing secara bersamaan.

1 dari 2 halaman

Inisiatif kolektif ini diberi nama Global Developer Service Alliance (GDSA), dan tentu akan bersaing langsung dengan PlayStore.

Hal ini dikarenakan GDSA memudahkan pengembang untuk memasarkan aplikasi mereka di pasar Tiongkok dan beberapa pasar lainnya yang dicakup secara besar oleh keempat vendor tersebut.

Bahkan, sebuah situs web yang kini telah tayang menunjukkan kepada pengembang bagaimana cara mendaftar, dan aplikasi tersebut akan dipasarkan di 9 pasar.

Pasar yang secara khusus disebutkan adalah India, Indonesia, Malaysia, Rusia, Spanyol, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Kesemuanya adalah pasar di mana keempat vendor smartphone tersebut punya cakupan pengguna luas.

2 dari 2 halaman

'Toserba' Aplikasi Baru

GDSA ini berkomitmen untuk menyediakan layanan satu atap untuk berbagai hal, mulai distribusi konten, dukungan pengembangan, operasi pemasaran, promosi merek, serta monetisasi. Tentu, ini adalah toserba aplikasi baru yang melawan dominasi Play Store.

Cara kerja dari platform ini adalah dengan menyediakan akses terpadu ke vendor smartphone, di mana pengembang dapat mengirimkan aplikasi, konten, atau layanan digital besutannya lewat platform registrasi. Dengan ini, konten tersebut dapat disinkronkan ke produk smartphone bawaan vendor yang sudah bekerja sama.

Soal monetisasi juga diatur, di mana monetisasi iklan telah disediakan langsung.

Reuters menyebut bahwa sumbernya mengonfirmasi bahwa GDSA akan diluncurkan bulan Maret, namun belum diketahui ada penundaan akibat corona atau tidak. (mdk/idc)

Baca juga:
Tahun Ini, Xiaomi Bakal Rilis 3 Smartphone Snapdragon 865
Samsung Rilis Smartphone Murah Galaxy A01 di Vietnam, Harga 1,6 Juta!
Apple Patenkan Teknologi Smartphone Lipat Anti Layar Kusut
iQoo Neo Resmi Jadi Smartphone Dengan Performa Terbaik Saat Ini
Poco X2 Resmi Rilis di India, Ini Spesifikasinya!
Wabah Virus Corona Tak Akan Berdampak Pada MWC 2020
Deretan Fakta Soal Teknologi Fast Charging 100W Xiaomi, Cas Penuh 17 Menit!

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami