Webinar Bimtek Kementerian PUPR: Proyek Konstruksi Jamin Berlanjut

Webinar Bimtek Kementerian PUPR: Proyek Konstruksi Jamin Berlanjut
TEKNOLOGI | 2 Juli 2020 09:55 Reporter : Syakur Usman

Merdeka.com - Webinar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI menjamin seluruh proyek konstruksi di Tanah Air akan tetap berlanjut meski ada pandemi Covid-19. Maka itu, SDM konstruksi diminta melakukan inovasi dan meningatkan kualitasnya guna mendukung program tersebut.

Trisasongko Widianto, Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR, menjelaskan hal itu dalam webinar Bimbingan Teknis (Bimtek) Beton Pracetak dan Prategang yang diikuti oleh 422 peserta secara daring pada Rabu (1/7).

Trisasongko berharap meski Covid-19 menjadi hambatan, tidak membuat para profesional di industri konstruksi menjadi patah semangat. Selain menciptakan inovasi dan menguatkan profesionalisme, meningkatkan kualitas sumber daya manusia menjadi hal utama dalam menghadapi Covid-19 ini.

"Jadi tidak hanya mengandalkan teknologi," katanya.

Peserta bimbingan teknis tenaga konstruksi diikuti oleh BUMN sektor konstruksi, para pegawai kementerian PUPR, perusahaan swasta, akademisi, dan para peminat sektor konstruksi.

Para pembicara webinar ini adalah Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I) Agus Wantoro, Direktur Pengembangan Jasa Konstruksi Kementerian PUPR Putut Marhayudi, Ketua Umum Ikatan Ahli Pracetak dan Prategang Indonesia (IAPPI) Harry Nugraha Nurjaman, dan beberapa direksi BUMN konstruksi.

Selain narasumber dari dalam negeri, gelaran ini juga menampilkan pembicara dari Korea Selatan dan Singapura, yaitu Senior Director Group CEO's Office Lead, Digital Management Office Eugene Seah dan Chief Representative Officer at Woh Hup (Private) Limited Director at Woh Hup Indonesia Iwan Susanto.

Agus Wantoro mengharapkan produktivitas industri pracetak dan prategang dapat kembali berjalan normal dengan utilitas 80 persen. Saat ini hanya 30 persen. Dia optimistis investasi dapat berjalan normal kembali dan serapan produk dari anggota asosiasi kembali optimal, yang saat ini mencapai 42 juta ton per tahun.

Kapasitas produksi dalam 5 tahun terakhir, kata dia, terus meningkat sejak 2014 sebesar 24,5 juta ton, kemudian naik jadi 25,32 juta ton. “Kenaikan yang siginfikan terjadi pada tahuan lalu hingga mencapai 42,6 juta ton.”

Baca Selanjutnya: Materi Webinar Beragam...

Halaman

(mdk/sya)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami