Wow, tukang servis iPhone tak resmi menang dari Apple di pengadilan

TEKNOLOGI | 18 April 2018 06:00 Reporter : Liputan6.com

Merdeka.com - Apple dikenal sebagai perusahaan yang menerapkan sistem keamanan yang ketat untuk produknya. Tak hanya itu, perusahaan yang berbasis di Cupertino, Amerika Serikat itu juga menyeleksi khusus setiap pihak yang ingin membuka layanan reparasi.

Tak heran, Apple kerap menggugat layanan reparasi yang dianggap tidak resmi. Hal ini seperti yang dilakukan terhadap sebuah tempat servis di Norwegia. Tempat servis itu dinilai menerima perbaikan iPhone tanpa komponen resmi. Gugatan ini dilayangkan 2017 silam.

Dalam gugatan, Apple menuntut pemilik tempat reparasi, Henrik Huseby, tak lagi melakukan proses impor, penjualan, atau transaksi lain dengan produk yang melanggar hak cipta perusahaan.

Namun, Apple harus gigit jari. Pihak pengadilan setempat justru memenangkan Huseby. Pengadilan menilai Huseby tidak melanggar hukum.

Memang, aturan di negara itu memungkinkan seseorang mengimpor komponen mobile dari pabrikan Asia yang kompatibel dan sepenuhnya identik dengan layar perangkat. Selama tak ada merek dagang yang ditampilkan.

Pengadilan menilai komponen yang dimaksud berupa layar dan logonya hanya tercetak di dalam, jadi tak terlihat oleh pengguna. Karena itu, pengadilan memutuskan Huseby tak melanggar hak cipta Apple.

Meski upaya hukum tersebut gagal di Norwegia, kondisi serupa dipastikan tak akan terjadi di Amerika Serikat. Sebab, Apple diketahui sudah bekerja sama dengan pemerintah untuk melarang peredaran komponen iPhone yang berasal dari pihak ketiga.

Reporter: Agustinus Mario Damar
Sumber: Liputan6.com

(mdk/ara)

TOPIK TERKAIT