Zoom Akui Tangguhkan Akun Aktivis Atas Permintaan Pemerintah Tiongkok

Zoom Akui Tangguhkan Akun Aktivis Atas Permintaan Pemerintah Tiongkok
TEKNOLOGI | 20 Juni 2020 11:22 Reporter : Indra Cahya

Merdeka.com - Aplikasi video konferensi yang kini sedang naik daun yakni Zoom, baru saja tersandung kasus. Aplikasi yang berbasis di Tiongkok ini baru saja mengakui bahwa pihaknya melakukan suspend kepada akun aktivis.

Melansir Engadget, Zoom mengakui bahwa pihaknya memutus tiga konferensi Zoom yang membawa tema soal peringatan ulang tahun tragedi Tiananmen Square. Zoom menyebut bahwa ini adalah permintaan pemerintah Tiongkok.

Tiga akun yang disuspend tersebut adalah Lee Cheuk-yan, Wang Dan dan Zhou Fengsuo yang berdomisili di AS dan Hong Kong.

Zoom menyebut bahwa pihaknya menerima pemberitahuan dari Tiongkok pada Mei dan awal Juni soal adanya empat konferensi Zoom soal anniversary Tiananmen Square. Hal ini oleh pemerintah Tiongkok tentu dianggap sebagai kegiatan ilegal jika dilakukan di Tiongkok.

Nah, ditelusuri oleh tim Zoom yang ada di AS, dalam dua konferensi Zoom terdapat jumlah peserta yang berdomisili di daratan Tiongkok. Dua konferensi Zoom lain sama sekali tak memiliki peserta yang berbasis di Tiongkok, namun pemerintah bersikeras mengklaim salah satu host mengadakan konferensi video ilegal dengan peserta seorang warga Tiongkok.

Baca Selanjutnya: Zoom sendiri meski mematuhi apa...

Halaman

(mdk/idc)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami