Automated UVC Trolley, Alat Pelemah Covid-19 di Kabin Pesawat

Automated UVC Trolley, Alat Pelemah Covid-19 di Kabin Pesawat
Automated UVC Trolley. ©2021 Merdeka.com/Fajri ANF
TRAVEL | 8 April 2021 18:00 Reporter : Ibrahim Hasan

Merdeka.com - Bepergian memang menjadi rutinitas setiap orang. Jika perjalanan jauh, pesawat terbang menjadi moda transportasi. Namun, pandemi virus Covid-19 membuat bepergian dilingkupi khawatir. Pasalnya, virus ini mampu hinggap di tempat umum, bandara bahkan hingga kabin pesawat. Untuk menanganinya, Irwan Purnama, Peneliti Balai Pengembangan Instrumentasi (BPI) LIPI membuat terobosan brilian. Ia bersama timnya menciptakan alat Automated UVC Trolley (AUT).

Alat ini memang canggih, karena mampu melemahkan virus Covid-19. Bahkan di tempat umum seperti kabin pesawat. Paparan sinar Ultaviolet C ini menjadi desinfeksi efektif. Hanya dalam 6 detik dengan dosis 5 megajoule/cm2, AUT digadang mampu melemahkan SARS-Cov-2. Bentuknya yang mini membuat alat ini mampu mengeksplore sela-sela kabin pesawat. Tentunya akan membuat bepergian jauh menjadi lebih aman.

automated uvc trolley

©2021 Merdeka.com/Fajri ANF

Sempitnya kabin pesawat membuat tim BPI mempertimbangkan ukuran AUT. Karenanya, AUT dibuat sedemikian rupa mirip troli. Fitur utama AUT adalah sinarnya lampunya dengan panjang gelombang 207-222 nm. Desainnya bagaikan pesawat mini dengan dua sayap yang mampu mengembang horizontal. AUT didesain agar mampu menjangkau kabin pesawat kelas eknonomi dengan luas 70x100x32,5 cm.

Tak hanya itu, AUT dilengkapi dengan roda untuk mobilitas. Sesuai namanya automatic atau otomatis, AUT mampu bergerak secara otomatis. Dengan pengendali jarak jauh, alat ini mampu menjangkau area berdiameter 45 cm sekalipun. Sifatnya yang fleksibel mampu menjangkau bawah kursi bahkan lantai kabin.

automated uvc trolley

©2021 Merdeka.com/Fajri ANF

Setidaknya ada 24 lampu UVC di AUT yang membuat ruangan sekitar AUT menyeluruh tersinari. Setiap lampu memiliki daya 15 watt. Canggihnya lagi, Alat ini dibekali catu daya baterai UPS. Karenanya, membuat AUT melakukan mobilitas yang cukup luwes.

Mobilitas menjadi faktor penting AUT karena harus menesuluri panjangnya kabin pesawat. Penunjang mobilitas lain bahkan ditingkatkan pada alat ini. Sensor ultrasonic disematkan pada AUT. Sensor tersebut secara otomatis membuat AUT mampu menghindari objek rintangan.

automated uvc trolley

©2021 Merdeka.com/Fajri ANF

Sinar biru keunguan memancar memancar menyinari ruang. Perlahan AUT bergerak menyisir sudut ruangan. Kedepannya mobilitas AUT akan dibuat otomatis menyeluruh. Kedepannya, Irwan akan menggunakan SLAM (Simultaneous localization and mapping). SLAM akan membuat AUT mencari posisi dan bergerak sendiri sekalipun tanpa remote control.

Para pengembang AUT telah menyadari sejak awal wabah Covid-19 merebak. Irwan dan timnya kemudian merencanakan desinfektan UVC. Sinar ultraviolet dipilih karena tidak meninggalkan residu. Berbeda dengan desinfektan cair, yang sering kali membuat bidang sterilisasi basah.

automated uvc trolley

©2021 Merdeka.com/Fajri ANF

Meskipun masih dalam wujud prototipe, melihat kemampuan AUT adalah pertimbangan tersendiri. AUT menjadi solusi alternatif dan tepat diterapkan di transportasi umum.

Automated UVC Trolley mampu menjadi pengaman dari paparan Covid-19 saat di tempat umum. Kedepannya, AUT diharapkan mampu menjangkau bus, hingga gerbong kereta. Sehingga bepergian menjadi lebih tenang berkat alat ini. (mdk/Ibr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami