Motif Marbling Tentukan Kenikmatan Daging

TRAVEL | 9 Januari 2019 08:06 Reporter : dream.co.id

Merdeka.com - Dream - Olahan daging yang dibakar atau steak selalu saja bisa menggugah selera. Aromanya begitu khas, seakan 'memanggil' mulut untuk segera menikmatinya. Tapi tak semua daging memiliki rasa yang nikmat.

Kualitas daging tentu berperan sangat besar dalam menentukan rasa. Lalu bagaimana kita tahu rasa daging yang nikmat dalam kondisi mentah? Perhatikan saja motifnya atau dalam istilah kuliner disebut marbling.

Dikutip dari TheSpruce, marbling mengacu pada motif putih dan garis-garis lemak di dalam daging. Dinamai marbling karena garis-garis lemak menyerupai pola marmer. Kadang juga disebut lemak intramuskular.

Garis-garis lemak ini merupakan salah satu kriteria utama untuk menilai kualitas potongan daging. Semakin banyak marmer yang terlihat, semakin baik potongan daging.

Tidak semua potongan daging memiliki garis-garis lemak ini. Bagian iga sapi dan pinggang adalah bagian yang paling banyak terdapat marbling, sedangkan tenderloin dan sirloin cenderung paling sedikit terdapat garis-garis lemak ini.

Untuk memastikan mendapatkan daging dengan kualitas ini, kamu harus melihat otot pinggang sapi, khususnya antara tulang rusuk ke-12 dan ke-13, yang merupakan tempat potongan pendek loin primal.

Meskipun daging sapi tenderloin mungkin merupakan potongan daging sapi yang paling empuk, biasanya daging ini tidak terlalu banyak terdapat marbling.

Duh, jadi lapar!

Lapora Mega Rasmiyati