Pelabuhan Kalimas, Urat Nadi Perekonomian Rakyat Surabaya

Pelabuhan Kalimas, Urat Nadi Perekonomian Rakyat Surabaya
Pelabuhan Kalimas, Urat Nadi Perekonomian Rakyat Surabaya. ©2021 Merdeka.com/Al-Kindi
TRAVEL | 31 Maret 2021 17:00 Reporter : Tyas Titi Kinapti

Merdeka.com - Sejak sang surya belum muncul dari permukaan hingga tenggelam, pelabuhan rakyat Kalimas, Tanjung Perak Surabaya tak berhenti beroperasi. Pelabuhan tradisional di Kota Pahlawan ini menjadi urat nadi perekonomian rakyat. Setiap hari, aktivitas pekerja mulai kuli angkut hingga pedagang asongan terlihat sibuk di Pelabuhan yang sudah berdiri sekitar abad 14.

Pekerja sibuk melakukan bongkar muat barang. Dari truk-truk besar pekerja memasukkan muatan ke dalam kapal. Para buruh angkut memanggul karung terlihat naik turun dengan tangga kayu. Hilir mudik dari kapal ke bak truk.

Seakan mengalir tiada henti barang yang diangkut dan diturunkan dari perahu, kapal tongkang, ataupun kapal kayu ini. Enggak bisa dipungkiri, Pelabuhan Kalimas tak pernah sibuk dari pekerjanya. Meski tak seramai dulu, Pelabuhan Kalimas memegang peran di Surabaya.

pelabuhan kalimas urat nadi perekonomian rakyat surabaya
©2021 Merdeka.com/Al-Kindi

Pelabuhan yang terletak di sebelah timur Sungai Kalimas ini dikenal sebagai pelabuhan kapal rakyat. Tempat bersandar kapal kayu dan kapal kecil. Kapal-kapal tersebut datang dari berbagai belahan Indonesia, khususnya dari Indonesia Timur seperti Kalimantan, Lombok, Maluku, Sulawesi, Papua hingga Makassar.

Pelabuhan Kalimas juga seolah menjadi tulang punggung arus perdagangan dari Surabaya ke pulau pulau kecil di wilayah Jawa Timur. Meskipun dihimpit pertumbuhan kapal petikemas yang signifikan. Namun, pelabuhan yang ada di sudut Kota Surabaya ini menjadi salah satu sarana transportasi perdagangan di Negara Kepulauan.

pelabuhan kalimas urat nadi perekonomian rakyat surabaya
©2021 Merdeka.com/Al-Kindi

Pada masa Belanda, Surabaya dijadikan sebagai daerah penopang kebutuhan ekonomi perdagangan karena letak geografis yang sangat strategis. Hilir mudik sampan dan perahu kecil mengangkut barang komoditi berupa rempah-rempah dan ikan-ikan hasil tangkapan nelayan.

Pemanfaatan sungai Kalimas yang maksimal membuat Surabaya menjadi daerah dagang yang sangat ramai. Pelabuhan Kalimas merupakan warisan sejarah maritim Surabaya yang masih bertahan sampai sekarang.

pelabuhan kalimas urat nadi perekonomian rakyat surabaya
©2021 Merdeka.com/Al-Kindi

Pelabuhan Kalimas kini bukan lagi menjadi pelabuhan utama sejak pelabuhan Tanjung Perak dibangun. Kesibukan di Pelabuhan Kalimas merangkap, bukan hanya mengangkut atau menurunkan muatan yang hendak dikapalkan.

Ada pekerja diantaranya yang sedang membongkar mesin dan roda truk trailer. Pelabuhan Kalimas sudah berubah fungsi merangkap dermaga parkir kendaraan berat dan bengkel.

pelabuhan kalimas urat nadi perekonomian rakyat surabaya
©2021 Merdeka.com/Al-Kindi

Dari bibir dermaga, deretan kapal kayu, tongkang dan perahu-perahu bersandar rapi. Pelabuhan rakyat ini menjadi tempat sumber penghidupan bagi sebagian orang. Khususnya bagi nelayan-nelayan dengan kapal kecil yang tersingkir dari Pelabuhan Tanjung Perak.

Uniknya, Pelabuhan Kalimas ini diisi oleh orang-orang Kalimas saja. Kru kapal di pelabuhan ini hanya bekerja untuk kapal-kapal Kalimas. Demikian pula dengan angkutan daratnya, khususnya truk bagong, dan tenaga kerja bongkar muatnya. Hal seperti ini nyaris tak bisa dijumpai di pelabuhan-pelabuhan lain. (mdk/Tys)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami