10 Adab Menyambut Hari Raya Idul Fitri Sesuai Ajaran Agama Islam

10 Adab Menyambut Hari Raya Idul Fitri Sesuai Ajaran Agama Islam
TRENDING | 23 Mei 2020 18:07 Reporter : Mutia Anggraini

Merdeka.com - Dalam Agama Islam, terdapat dua hari raya yang selalu dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia yakni Idul Fitri dan Idul Adha. Tidak hanya pada saat menjelang bulan Ramadhan, menyambut hari Raya Idul Fitri juga merupakan hal yang disunnahkan. Bahkan terdapat beberapa adab yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Berikut merupakan adab dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri yang dirangkum dari berbagai sumber.

1 dari 10 halaman

Takbir atau Menghidupkan Malam Sebelum Hari Raya

malam takbiran di tanah abang

©Liputan6.com/Faizal Fanani

Sebelum hari raya tiba di pagi hari, umat Islam di seluruh dunia disunnahkan untuk mengumandangkan takbir pada saat malam harinya. Menghidupkan malam hari raya juga dapat dilakukan dengan menjalankan amalan dan ibadah sunnah sehingga akan semakin meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT.

Mengumandangkan takbir tersebut dapat dilakukan di masjid secara bersama-sama ataupun sendiri di rumah. Menghidupkan malam hari raya juga dapat diartikan bahwa umat Islam perlu mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan yang harus dilakukan keesokan harinya seperti zakat dan shalat Idul Fitri.

2 dari 10 halaman

Mandi Pagi

009 siti rutmawati

©www.offthegridnews.com

Salah satu sunnah dan amalan yang baik untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri adalah dengan mandi sunnah. Berdasarkan sunnah, mandi hari raya ini dapat dilakukan sejak tengah malam hingga pagi setelah shalat Subuh.

Tata cara dari mandi sunnah Hari Raya Idul Fitri ini hampir sama dengan tata cara mandi wajib pada umumnya. Yang menjadi pembedanya adalah bacaan niat yang dapat diucapkan sebelum membasuh tubuh dengan air bersih.

Adapun bacaan niat shalat sunnah Idul Fitri yakni sebagai berikut.

“Nawaitu ghusla li ‘idil fithri sunnatan lillahi ta’ala.”

Artinya:
“Aku niat mandi untuk merayakan Idul Fitri sebagai sunnah karena Allah Ta’ala.”

3 dari 10 halaman

Memakai Baju Yang Baik dan Wewangian Bagi Lelaki

ilustrasi parfum

©Pixabay/Lolame

Setelah membersihkan tubuh dengan mandi sunnah Idul Fitri, maka hal yang dianjurkan untuk menyambut hari raya yakni dengan menggunakan wewangian bagi mukmin.

Selain itu, membersihkan anggota tubuh yang sekiranya masih kotor juga disunnahkan seperti memotong kuku dan rambut. Pada intinya, tubuh yang bersih merupakan salah satu cermin dari muslim yang takwa dan beriman kepada Allah SWT.

4 dari 10 halaman

Makan Pagi

menunaikan fidyah

Liputan6/iStockphoto ©2020 Merdeka.com

Sebelum berangkat shalat Idul Fitri, hal lain yang disunnahkan untuk dikerjakan yakni menyantap makanan. Hal ini dapat dikerjakan lantaran waktu shalat Idul Fitri yang diakhirkan, berbeda dengan shalat Idul Adha yang justru perlu disegerakan.

Sebab, pagi hari pada saat Hari Raya Idul Fitri merupakan waktu yang utama bagi umat Islam untuk membayarkan zakat sebagai salah satu rukun Islam.

5 dari 10 halaman

Menempuh Dua Jalan Yang Berbeda Ketika Hendak Pergi dan Pulang Shalat

ilustrasi jalan bercabang

©2020 Merdeka.com/dakwatuna.com

Adab untuk menyambut hari raya yang berikutnya yakni dengan mengambil jalur yang berbeda pada saat berangkat dan pulang shalat Idul Fitri. Selain itu, disunnahkan pula untuk berjalan kaki menuju lokasi dilaksanakannya shalat Idul Fitri.

6 dari 10 halaman

Membaca Takbir

ilustrasi ramadan

©2020 Merdeka.com

Selain pada malam sebelum Hari Raya Idul Fitri, mengumandangkan takbir juga disunnahkan untuk dikerjakan pada pagi hari menjelang shalat Idul Fitri.

Membaca takbir ini dapat dilakukan pada saat perjalanan menuju ke lokasi shalat Idul Fitri dilaksanakan dan selama menunggu shalat Idul Fitri dimulai.

7 dari 10 halaman

Membaca Dzikir

ilustrasi puasa

©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Zurijeta

Selain takbir, beberapa lafal dzikir seperti tahlil, tasbih, dan tahmid juga dianjurkan untuk dikerjakan menjelang shalat Idul Fitri. Adapun bacaan dzikir tersebut yakni sebagai berikut.

Tahlil
La ilaha ilallah.”

Artinya:
“Tiada Tuhan selain Allah.”

Tasbih
Subhanallah

Artinya:
“Maha Suci Allah.”

Tahmid
“Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. La ilaha ilallah. Allahu akbar, wa lillahil hamdu.”

Artinya:
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar. Segala Puji Bagi Allah.”

8 dari 10 halaman

Mendengarkan Khutbah

khutbah

©2015 Merdeka.com/Iman Herdiana

Setelah dilaksanakan shalat Idul Fitri, hendaknya sebagai umat Islam yang baik yakni mendengarkan nasehat dari khutbah yang disampaikan dengan saksama. Ketika mendengarkan khutbah, hindari untuk berbicara dengan orang lain sehingga akan tercipta situasi yang kondusif bagi umat Islam yang lain untuk mendengarkan khutbah.

9 dari 10 halaman

Saling Bertegur Sapa dan Bersilaturahmi

salat idul fitri di sejumlah negara

©AFP

Setelah shalat Idul Fitri dan khutbah selesai, bertegur sapalah dengan orang-orang yang berada di sekitar. Hal ini sama halnya dengan mempererat tali silaturahmi yang terjalin di antara sesama muslim.

10 dari 10 halaman

Tidak Menggunjing Orang Lain

untuk kulit gelap

© Turbanista.com

Selama bertemu dengan banyak orang dan bertegur sapa, hindari untuk menggunjing atau membicarakan orang lain. Sebab, hal ini bukanlah tindakan yang terpuji. Terlebih Hari Raya merupakan hari kemenangan yang seharusnya menjadikan umat Islam lebih beriman dan bertakwa, salah satunya dengan menghindari hal-hal yang tidak terpuji.

(mdk/mta)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami