3 Terapi Penyakit Skizofrenia, Lengkap dengan Gejalanya yang Tak Boleh Disepelekan

3 Terapi Penyakit Skizofrenia, Lengkap dengan Gejalanya yang Tak Boleh Disepelekan
ilustrasi gangguan mental. 3meds.com
TRENDING | 28 Mei 2022 13:00 Reporter : Billy Adytya

Merdeka.com - Terapi penyakit skizofrenia bisa dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya adalah melakukan terapi yang sangat disarankan agar penyakit segera mereda dan sembuh.

Perlu diketahui, skizofrenia merupakan gangguan kesehatan mental yang terjadi dalam jangka waktu cukup panjang dan sangat mengganggu dalam proses berpikir bagi penderitanya. Halusinasi, delusi, pikiran yang kacau serta perubahan perilaku terjadi pada Anda yang sedang menderita penyakit tersebut.

Parahnya, orang dengan skizofrenia bisa melakukan perilaku yang tidak bisa terkontrol sehingga berujung pada tindakan yang tidak pantas, sulit mengendalikan hasrat dan juga keinginannya. Dijelaskan oleh WHO, jika orang dengan skizofrenia parah membutuhkan pengobatan dalam jangka panjang agar gejalanya meringan.

Lalu apa saja tindakan yang bisa dilakukan untuk meringankannya? Berikut adalah 3 terapi penyakit skizofrenia yang berhasil dirangkum dari Halodoc, Jumat (27/5) untuk Anda pahami.

2 dari 5 halaman

Gejala Penyakit Skizofrenia

Terapi penyakit Skizofrenia sangat penting untuk dilakukan. Apalagi bagi mereka yang sudah mengalami beberapa gangguan yang tidak nyaman.

Penderita Skizofrenia akan mengalami beragam gangguan yang akan berdampak pada kehidupannya sehari-hari. Beberapa gangguan penyakit Skizofrenia ini antara lain adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari Halodoc;

ilustrasi gangguan mental
©2012 Merdeka.com/Shutterstock

- Halusinasi, yaitu mendengar, melihat, mencium, atau merasakan hal-hal yang tidak nyata. Paling sering mereka mendengar suara yang jelas dari orang yang dikenal atau pun orang yang tidak dikenal.

- Sulit berkonsentrasi, yaitu pikiran yang carut-marut yang membuat orang dengan kondisi ini kesulitan untuk berkonsentrasi atau fokus pada satu hal.

- Pikiran kacau dan ucapan yang membingungkan. Orang dengan kondisi ini sulit untuk mengatur pikiran mereka. Tidak hanya itu, pengidap juga sering mengeluarkan ucapan yang tidak masuk akal dan terdengar membingungkan.

- Delusi, yaitu keyakinan yang kuat akan sesuatu yang salah. Misalnya merasa orang lain ingin mencelakakan atau membunuh dirinya. Gejala skizofrenia yang satu ini akan berdampak langsung pada perilaku pengidapnya.

3 dari 5 halaman

Gejala Lain yang Akan dialami Penderita Skizofrenia

Adapun gejala lainnya yang akan dialami juga oleh penderita penyakit Skizofrenia adalah tidak peduli pada kebersihan dan penampilan diri.

Selanjutnya, ialah kesulitan untuk tidur atau polanya yang turut kian berubah. Hal ini kemudian disusul dengan penarikan diri dari lingkungan sosial sekitar, mulai dari keluarga hingga teman.

013 tantri setyorini
©Ilustrasi stres

Gejala lainnya adalah penderita akan sangat sensitif dan memiliki suasana hati yang tertekan. Kemudian konflik pada pikiran penderita akan membuat dirinya kesulitan dalam membuat suatu keputusan.

4 dari 5 halaman

3 Terapi Penyakit Skizofrenia

Terapi penyakit Skizofrenia bisa dilakukan dengan beberapa langkah, salah satunya adalah dengan menggunakan obat-obatan. Ini berguna untuk mengatasi halusinasi dan delusi yang dialami.

013 tantri setyorini
© Lifehacker

Dokter umumnya akan meresepkan obat antipsikotik dengan dosis yang rendah. Obat ini diharapkan akan bekerja dengan menghambat efek dopamin serta serotonin.

Dopamin serta serotonin ini ada di dalam otak manusia.

5 dari 5 halaman

Terapi Elektrokonvulsif

Terapi penyakit Skizofrenia berikutnya adalah bisa dilakukan dengan terapi elektrokonvulsif. Ini merupakan metode yang paling efektif untuk meredakan keinginan bunuh diri, mengatasi gejala depresi berat serta menangani psikosis.

Terapi ini akan dilakukan sebanyak 2 sampai 3 kali dalam seminggu. Dan dilakukan selama 2 sampai 4 minggu, sehingga dapat dikombinasikan dengan psikoterapi dan pemberian obat.

Psikoterapi

Adapula terapi penyakit Skizofrenia berikutnya adalah dengan melakukan psikoterapi yang bertujuan agar pengidap bisa mengendalikan gejala yang dialaminya.

Terapi ini bisa dikombinasikan dengan memberikan obat-obatan. Beberapa metode psikoterapi bisa dilakukan bagi pengidap Skizofrenia, antara lain adalah;

- Terapi remediasi kognitif, yaitu terapi yang mengajarkan pengidap cara memahami lingkungan sosial, serta meningkatkan kemampuan dalam memperhatikan atau mengingat sesuatu, dan mengendalikan pola pikirnya.

- Terapi perilaku kognitif, yang bertujuan untuk mengubah perilaku dan pola pikir pada pengidap.

(mdk/bil)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami