7 Perintah Kurban bagi Umat Islam dari Ayat Al-Quran & Hadist, Bisa Dipahami Mendalam

7 Perintah Kurban bagi Umat Islam dari Ayat Al-Quran & Hadist, Bisa Dipahami Mendalam
Penjualan Hewan Kurban di Cipulir. ©2022 Liputan6.com/Johan Tallo
TRENDING | 7 Juli 2022 09:46 Reporter : Tantiya Nimas Nuraini

Merdeka.com - Umat Islam sebentar lagi akan melaksanakan Hari Raya Idul Adha atau bisa disebut dengan Hari Raya Kurban. Setiap tahunnya, pelaksanaan Hari Raya Idul Adha ini jatuh pada 10 Dzulhijjah. Pemerintah Indonesia sendiri telah menetapkan 10 Dzulhijjah jatuh pada Minggu, 10 Juli 2022.

Pada Hari Raya Idul Adha atau Lebaran Haji ini hingga 3 hari setelahnya (Hari Tasyrik), umat Islam dianjurkan untuk berkurban. Hewan ternak yang bisa dijadikan hewan kurban meliputi kambing, domba, unta hingga sapi.

Kurban sebenarnya bukan merupakan ibadah yang bersifat wajib. Akan tetapi, kurban termasuk ke dalam sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya atau sunnah muakad.

Mengingat kurban mengandung banyak sekali manfaat, hikmah dan amalan baiknya. Tentu saja sebagai umat Islam ingin selalu meneladani Rasulullah SAW agar memperoleh banyak keutamaan di akhirat kelak.

Perintah kurban bagi umat Islam ini rupanya telah dijelaskan dalam Al-Quran dan Hadist. Di mana setiap ayat atau hadist nya dapat dipahami secara mendalam oleh muslim dan muslimah.

Lantas apa saja perintah kurban bagi umat Islam dari ayat Al-Quran dan hadist yang dapat dipahami secara mendalam? Melansir dari laman zakat.or.id, Kamis (7/7), simak ulasan informasinya berikut ini.

2 dari 7 halaman

1. Bentuk Ketakwaan pada Allah SWT

Perintah kurban ini yang pertama sebagai bentuk ketakwaan dan ketundukkan umat Islam kepada Allah SWT. Dalam Surah Al-Hajj ayat 34 dijelaskan, penyembelihan hewan kurban yang berorientasi kepada Allah SWT merupakan sebagai bentuk rasa syukur dan berserah diri kepada Allah SWT.

Apalagi mengingat ewan-hewan kurban ini juga sebagai salah satu bentuk rezeki yang diberikan Allah SWT kepada umat-Nya. Menyembelih satu hewan kurban dari setiap muslim juga tidak akan mengurangi rezeki yang sudah diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya.

Berikut perintah kurban dari ayat Al-Quran:

"Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syariatkan penyembelihan (qurban) supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya, dan berilah kabar gembira pada orang-orang yang tunduk (patuh) pada Allah." (QS: Al-Hajj: 34)

3 dari 7 halaman

2. Tidak Mengurangi Rsa Syukur

Perintah kurban ini juga tidak akan mengurangi rasa syukur dan kenikmatannya. Sebab, sebagai orang yang melaksanakan ibadah kurban juga berhak untuk menikmati sebagian dagingnya.

Tentu saja hal ini juga menjadi suatu kenikmatan bagi para penerimanya. Dalam Surah Al-Hajj ayat 36-37 disebutkan, bukan darah dagingnya yang mencapai keridhoan Allah SWT, namun bagaimana kita bertakwa atas-Nya.

Berikut perintah kurban dari ayat Al-Quran:

"Maka makanlah sebagiannya (daging qurban) dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (orang yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Daging daging qurban dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya." (QS: Al-Hajj: 36-37)


4 dari 7 halaman

3. Mendekatkan Diri pada Allah SWT

Perintah kurban juga terkandung dalam Surah Al-Kautsar ayat 2. Di mana disebutkan kurban adalah sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT setelah peringatan melaksanakan sholat.

Meskipun seagai ibadah sunnah, namun kurban juga menjadi sarana bagi umat Islam untuk kembali mengingat tentang Allah SWT sebagai pencipta dan penguasa seluruh kehidupan manusia.

Berikut perintah kurban dari ayat Al-Quran:

"Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah)." (QS. Al-Kautsar: 2)

5 dari 7 halaman

4. Bentuk Kataatan & Mengesaan Allah SWT

Perintah berkurban juga terkandung dalam Surah Al-An'am ayat 162. Pada ayat tersebut ditujukkan, Rasulullah SAW bersaksi bahwa sholat dan ibadah kurbannya adalah sebagai bentuk pengakuan diri. Di mana tidak ada lagi untuk tempat berserah diri selain Allah SWT.

Allah SWT lah tempat umat Islam untuk kembali dan Rabb Semesta Alam. Tentu saja apa yang manusia kurbankan tidak akan sebanding dengan yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya. Untuk itulah, ibadah kurban sangat dianjurkan dilakukan oleh umat Islam.

Berikut perintah kurban dari ayat Al-Quran:

"Katakanlah (wahai Muhammad): Sesungguhnya shalatku, nusuk/ibadah qurbanku, hidup dan matiku hanya untuk Allah rabb semesta alam.  Tidak ada sekutu bagi-Nya, aku diperintahkan seperti itu dan aku adalah orang yang pertama kali berserah diri." (QS. Al-An’am: 162)

6 dari 7 halaman

Hadist Tentang Perintah Kurban

5. HR. Bukhari
Bukan hanya dalam ayat Al-Quran saja, perintah kurban juga disebutkan dalam hadist. Terlebih Rasulullah SAW juga rutin melaksanakan ibadah kurban sembari mengerjakan ibadah haji.

Berikut perintah kurban dari Hadist:

"Nabi Muhammad SAW berkurban dengan dua kambing gemuk dan bertanduk. Saya melihat Nabi SAW meletakkan kedua kakinya di atas pundak kambing tersebut, kemudian Nabi SAW membaca basmalah, takbir dan menyembelih dengan tangannya sendiri." (HR Bukhari)

6. HR. Imam Ahmad dan Ibnu Majah
Pada hadist ini menunjukkan, Rasulullah SAW menyembelih hewan kurban dengan tangannya sendiri sembari menyebut nama Allah SWT. Karena termasuk salah satu ibadah penting dan memiliki banyak keutamaan, maka barang siapa yang mempunyai kelapangan sangat dianjurkan untuk melaksanakan ibadah kurban.

Sebagaimana yang disampaikan dalam hadist berikut ini:

"Barangsiapa mendapatkan kelapangan tetapi tidak berkurban, maka janganlah dia mendekati tempat salat kami." (HR. Imam Ahmad dan Ibnu Majah)

7 dari 7 halaman

7. Menjadi Pemberat Amalan di Akhirat

Tahukah kalian, setiap helai bulu, darah dan daging kurban yang dibagikan nantinya akan menjadi pemberat amalan di akhirat kelak. Itu artinya, amalan kurban kelak akan menjadi saksi bagi umat Islam di akhirat.

Tentu saja, hal itu khusus bagi para pekurban yang ikhlas dalam melanjalankannya. Sebagaimana yang disampaikan dalam hadist berikut ini:

"Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: 'Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya." (HR. Ibn Majah dan Tirmidzi)

(mdk/tan)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini