Akhir Kasus Ibu Penjual Sayur Jadi Tersangka, Begini Langkah Tegas Kapolda Sumut

Akhir Kasus Ibu Penjual Sayur Jadi Tersangka, Begini Langkah Tegas Kapolda Sumut
Sadis, Pedagang Wanita Dianiaya Preman. Instagram/@apacerita_medan ©2021 Merdeka.com
TRENDING | 24 Oktober 2021 08:31 Reporter : Khulafa Pinta Winastya

Merdeka.com - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) akhirnya menghentikan penyidikan kasus penganiayaan terhadap seorang pedagang sayur bernama Liti Wari Iman Gea di Pasar Gambir, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang.

Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak menyampaikan, bahwa pihaknya menemukan beberapa langkah yang tidak sesuai dengan SOP saat petugas melakukan penyidikan terhadap korban.

Simak informasi selengkapnya:

2 dari 4 halaman

Pedagang Sayur Jadi Korban Pengaiayaan

sadis pedagang wanita dianiaya preman
Instagram/@apacerita_medan ©2021 Merdeka.com

Sebelumnya, sebuah video yang merekam detik-detik saat korban dianiaya oleh sejumlah preman beredar di media sosial. Dalam video, Liti Gea dianiaya dengan cara dipukul, diinjak, hingga ditendang oleh beberapa preman hingga mengalami luka-luka.

Berdasarkan informasi dihimpun, penyebab penganiayaan terjadi karena masalah pungli (pungutan liar). Korban disebut enggan membayar uang iuran lapak yang diminta oleh preman pada pedagang-pedagang di pasar tersebut.

Akibat penganiayaan itu, korban pun mengalami sejumlah luka di bagian wajah dan lebam di tubuhnya.

3 dari 4 halaman

Korban Sempat Ditetapkan Jadi Tersangka

Setelah kasus tersebut viral, kedua belah pihak justru saling lapor. Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menjelaskan, laporan dari kedua belah pihak diproses.

"Di mana kasus tersebut berujung saling lapor, jadi LG laporkan BS, BS pun melapor sehingga kasus tersebut saling lapor dan diterima Polsek Percut Sei Tuan yang merupakan bagian dari Polrestabes Medan," kata Ramadhan, Senin (11/10).

Penghentian penyidikan kasus penganiayaan disampaikan langsung oleh Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak.

kasus penganiayaan pedagang sayur
Instagram/@poldasumaterautara ©2021 Merdeka.com

"Polda Sumatera Utara hari ini menyampaikan hasil tindak lanjut penanganan terhadap perkara yang mempersangkakan ibu Liti Wari Gea. Kita tahu bahwa dalam prosesnya terjadi perkara saling melapor, ibu Gea yang pada akhirnya ditetapkan tersangka," ujar Panca.

Ia kemudian menyatakan bahwa kasus perkara terhadap Liti Gea dihentikan karena proses penyidikannya tidak sesuai SOP sebagaimana Perkap 6 tahun 2019.

4 dari 4 halaman

Penyidikan Dihentikan

kasus penganiayaan pedagang sayur
Instagram/@poldasumaterautara ©2021 Merdeka.com

Panca mengatakan bahwa pihaknya menemukan beberapa langkah yang tidak sesuai dengan SOP saat petugas melakukan penyidikan terhadap korban yang akhirnya justru membuat korban ditetapkan menjadi tersangka.

"Jadi ditemukan ada beberapa langkah yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur sebagaimana yang diatur di dalam Pasal 25 Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019 tentang penyidikan yang mengisyaratkan bagaimana penyidik untuk menetapkan tersangka," jelasnya.

Saat ini, penyidik dari Polda Sumut juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap 14 saksi-saksi, khususnya yang ada di TKP Pasar Gambir yang mengetahui dan melihat kejadian tersebut.

"Direktorat Reskrimum Poldasu sudah melakukan gelar perkara khusus sebagaimana diatur di dalam Pasal 33 Peraturan Kapolri Nomor 6 tahun 2019. Hasilnya penetapan tersangka terhadap ibu Liti Wari Iman Gea masih prematur. Oleh sebab itu perkara dengan laporan saudara Beni terhadap ibu Gea dihentikan penyidikannya," tandasnya.
 

(mdk/khu)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami