Brigjen Junior Staf Khusus Kasad ke Gedung DPR, Berontak Lagi Kasus Sengketa Lahan

Brigjen Junior Staf Khusus Kasad ke Gedung DPR, Berontak Lagi Kasus Sengketa Lahan
Brigjen Junior Staf Khusus Kasad ke Gedung DPR. Instagram @majeliskopi08 ©2022 Merdeka.com
TRENDING | 27 Januari 2022 11:25 Reporter : Kurnia Azizah

Merdeka.com - Brigjen TNI Junior Tumilaar sempat menjadi sorotan usai membela warga yang terlibat sengketa lahan. Brigjen Junior juga mengirim surat terbuka kepada Kapolri sebagai wujud protesnya yang menerima kabar, bahwa Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Tingkulu dipanggil untuk diperiksa ke kantor Polresta Manado.

Perkara yang menyandungnya kala itu, mengakibatkan Brigjen Junior dibebastugaskan dari jabatannya sebagai Inspektur Kodam XIII Merdeka. Kemudian ditempatkan menjadi staf khusus Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).

Kali ini ia kembali hangat diperbincangkan. Dia mendadak muncul di Komisi III DPR, Rabu (19/1). Brigjen Junior lantang menanggapi perihal sengketa lahan, yang menyeret nama PT Sentul City Tbk. Bahkan diduga merugikan Warga Desa Bojong Koneng, Bogor.

Simak ulasan selengkapnya berikut ini, seperti dihimpun dari berbagai sumber, Kamis (27/1).

2 dari 5 halaman

Pembela Warga Bojong Koneng

Brigjen Junior hadir di rapat Komisi III DPR, mengaku sebagai penasihat warga korban penggusuran. Termasuk mengenai masalah Hak Asasi Manusia (HAM) para warga terdampak.

brigjen junior staf khusus kasad ke gedung dpr
Instagram @majeliskopi08 ©2022 Merdeka.com

Brigjen Junior tengah berusaha menyampaikan pendapat sejumlah warga yang menjadi korban penggusuran dan dugaan sengketa lahan.

"Saya Brigjen Junior Tumilaar diangkat oleh warga Bojong Koneng sebagai penasihat. Korban dari penggusuran PT Sentul City. Kami izin melaporkan terpanggil sebagai tentara rakyat," kata Brigjen Junior. (mdk/kur)

Baca juga:
Mengungkap Surat Perintah Jenderal TNI Andika ke Brigjen Junior Pembela Babinsa
Perintah Panglima TNI ke Brigjen Junior Usai Ramai soal Babinsa dan Surat ke Kapolri
VIDEO: Hadir di DPR, Brigjen Junior Bicara Keras Soal Penggusuran Bojong Koneng

3 dari 5 halaman

Melihat Ada Kerusakan Lingkungan

brigjen junior staf khusus kasad ke gedung dprInstagram @majeliskopi08 ©2022 Merdeka.com

Junior mengaku melihat dampak berupa kerusakan lingkungan yang patut diperhatikan.

"Terjadi perusakan bangunan, tanam tumbuh garapan, adalah tindakan kriminal. Ketiga, pelanggaran Hak Asasi Manusia disebabkan rakyat tidak lagi memiliki tempat tinggal dan lahan garapan sebagai nafkah mata pencaharian rakyat," papar Brigjen Junior.

Meski begitu, hingga saat ini kasus masih terus diperiksa lebih lanjut oleh kedua belah pihak. Baik PT Sentul City maupun sejumlah warga yang mengaku jadi korban.

4 dari 5 halaman

Brigjen Junior Sempat Mengamuk

brigjen junior staf khusus kasad ke gedung dprInstagram @majeliskopi08 ©2022 Merdeka.com

Beredar vieo berdurasi satu menit viral di media sosial. Pada video itu menunjukkan sosok Brigjen Junior mengamuk di lahan yang diduga bersengketa.

Ia melontarkan kalimat kekecewaannya. Bahkan tak segan menyebut nama salah seorang oknum TNI lain yang diduga terlibat.

"Beta punya pasukan brigade. Sekarang Republik Indonesia punya pemerintahan, Sentul City, mana Brigjen Rio? Saya relakan nyawa saya untuk kalian," teriak Brigjen Junior.

Baca juga:
Menilik Kabar Terbaru Mantan TNI Ruslan Buton, Ini Rekam Jejaknya
Suryo Prabowo, Pensiunan Jenderal TNI Pernah Ngamuk Masuk Daftar Hitam di Singapura
Jenderal TNI AD Perintahkan Tim Babe Haikal Minta Maaf, Ini Duduk Permasalahannya
Tegas Panglima Jenderal TNI Andika, Tindak Pidana Prajurit TNI 'Gak Bisa Ditawar'

5 dari 5 halaman

Pembelaan dari PT Sentul City

Sementara itu, di lokasi berbeda Head of Corporate Communication PT Sentul City David Rizar Nugroho, menjelaskan duduk perkara yang menurutnya sudah selesai dengan warga asli sejak lama.

Mengenai kedatangan sekelompok orang yang mengaku sebagai warga Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor ke Komisi III DPR RI pekan lalu.

David mengaku bingung karena Sentul City tak pernah punya masalah dengan warga asli yang ber-KTP Desa Bojong Koneng.

Apalagi terhadap warga asli yang sudah tinggal lama di perkampungan selama puluhan tahun. Sudah ada datanya, bahwa Sentul City tak serta merta menggusur warga. Bahkan Sentul City telah menyediakan kampung hijau atau Green Village untuk membantu mereka.

“Jadi tidak mungkin ada yang digusur begitu saja sekali lagi kalau itu penduduk asli, kan data mereka ada di kami lengkap,” terang David.

Baca juga:
Mayor TNI AL Aniaya Pengemudi Ojek Online, Kasal Sebut Tak ada Prajurit Bisa Lolos
Hilangkan Bukti, TNI Pelaku Tabrak Lari di Nagreg Ubah Warna Mobil
VIDEO: Amarah Brigjen TNI Junior Tumilaar Bela Korban Penggusuran di Bojong Koneng
Kasad Jenderal TNI Dudung Menantunya Prajurit Kopassus, Ini Sosoknya yang Gagah
Jenderal Bintang Satu TNI Datang, Begini Kompaknya Napi Militer Beri Salam 'Komando'
Ingat Lucky Avianto Perwira Kopassus 3 Lulusan Terbaik? Kini Jadi Jenderal Intel

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami