Cerita Pilu Nenek Wasmah, Tinggal di Gubuk Penuh Tambalan Plastik Tanpa MCK

Cerita Pilu Nenek Wasmah, Tinggal di Gubuk Penuh Tambalan Plastik Tanpa MCK
Cerita Pilu Nenek Wasmah, Tinggal di Gubuk Penuh Tambalan Plastik Tanpa MCK. Instagram/©2021 Merdeka.com
TRENDING | 1 Oktober 2021 13:20 Reporter : Billy Adytya

Merdeka.com - Cerita pilu datang dari wanita paruh baya yang tinggal di Tegal, Jawa Tengah. Di usianya yang sudah senja, ia masih berjuang untuk mencari uang demi bertahan hidup.

Bahkan ia hanya tinggal di sebuah gubuk yang sudah tak layak ditempati. Nenek ini hanya tidur beralaskan tikar tipis saja.

Penghasilan yang didapatkannya pun begitu jauh dari kata cukup. Berikut ulasan selengkapnya.

2 dari 4 halaman

Jadi Buruh Macul di Ladang dan Tinggal dalam Gubuk Penuh Tambalan Plastik

Nenek Wasmah, ialah sosok wanita paruh baya yang begitu kuat dalam menjalani hidup dengan berbagai keterbatasannya. Di usianya yang sudah tua ia harus mengeluarkan tenaga demi mendapatkan uang guna menyambung kehidupan.

Nenek Wasmah rela menjadi seorang buruh macul. Sehari-harinya ia memacul di ladang orang sendirian.

cerita pilu nenek wasmah tinggal di gubuk penuh tambalan plastik tanpa mck
Instagram/rumahyatim©2021 Merdeka.com

Seperti nampak dalam unggahan akun Instagram @rumahyatim, ia pun hanya tinggal di sebuah gubuk yang terletak di tengah sawah.

"Gubuk yang nenek tinggali sudah banyak lubang dan ditambal menggunakan plastik. Di dalam gubuk ada kayu untuk masak di pawon," tulis keterangan dalam unggahan.

3 dari 4 halaman

Tak Ada MCK, Tidur Beralaskan Tikar

Bukan hanya tak layak untuk ditinggali, gubuk reot penuh tambalan plastik yang ditempati Nenek Wasmah. Gubuk itu juga tak dilengkapi dengan MCK.

Jika nenek ingin kencing atau buang air besar, ia harus menumpang ke tetangganya. Dalam rumah tersebut hanya dilengkapi dengan tikar tipis dan juga satu bantal guna Nenek malang itu mengistirahatkan tubuh rentanya.

cerita pilu nenek wasmah tinggal di gubuk penuh tambalan plastik tanpa mck
Instagram/rumahyatim©2021 Merdeka.com

"Tempat tidur nenek beralaskan tikar tipis dan satu bantal. Untuk MCK Nek Wasmah tak punya dan ia menumpang ke tetangganya," lanjut keterangan.

4 dari 4 halaman

Penghasilan Hanya Rp25 Ribu

Sehari-hari menjadi buruh macul pun pendapatan yang didapatkan oleh Nenek Wasmah tidaklah banyak. Bahkan bisa dibilang pendapatannya jauh dari kata cukup.

Nenek Wasmah hanya menghasilkan uang Rp25 ribu saja. Bahkan uangnya tersebut baru dibayarkan setelah dirinya sudah bekerja selama satu minggu.

cerita pilu nenek wasmah tinggal di gubuk penuh tambalan plastik tanpa mck
Instagram/rumahyatim©2021 Merdeka.com

"Bayaran dari buruh macul itu seminggu sekali. Jika belum dibayar nenek tidak berani berhutang dan memilih minum air untuk mengganjal perut,” ungkap Nenek Wasmah dengan suara lirih.

(mdk/bil)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami