Dedi Mulyadi Ngomelin Lurah 'Dapat Tunjangan Rp10 Juta Tapi Tak peka terhadap Sampah'

Dedi Mulyadi Ngomelin Lurah 'Dapat Tunjangan Rp10 Juta Tapi Tak peka terhadap Sampah'
Dedi Mulyadi. Youtube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL ©2021 Merdeka.com
TRENDING | 20 Oktober 2021 10:37 Reporter : Khulafa Pinta Winastya

Merdeka.com - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi marah besar memprotes kinerja seorang lurah di kecamatan Purwakarta, Jawa Barat. Dedi memprotes penanganan masalah sampah di lingkungan tersebut yang dinilai sangat lamban.

Melansir dari video di kanal Youtube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, mantan bupati Purwakarta itu mengkritik si kepala desa karena kinerjanya dianggap tak sebanding dengan tunjangan yang di dapat setiap bulan. Simak ulasannya:

2 dari 4 halaman

Dedi Temui Lurah Protes Soal Penanganan Sampah

Dalam video yang dibagikan di kanal KANG DEDI MULYADI CHANNEL, tampak Dedi Mulyadi dengan mengendarai sepeda motor sengaja berkeliling di daerah Cipaisan, Purwakarta, Jawa Barat untuk mengecek kondisi lingkungan di kawasan tersebut.

Kemudian, ia mendapati satu area di pinggir jalan yang justru digunakan sebagai tempat pembuangan sampah sembarangan yang belum diatasi. Merasa kesal tak kunjung mendapat penanganan, Dedi pun langsung menghubungi lurah setempat.

"Salam pak Lurah, saya tunggu ini bapak di Cipaisan saya lagi nanganin sampah warga bapak. Saya udah minta kemarin segera ditanganin bikin bak sementara ternyata belum dikerjain. Sudah saya di Cipaisan saya tunggu bapak di sini, saya telpon susah amat. Ketinggian jabatan bapak saya sampai susah telpon," kata Dedi.

dedi mulyadi
Youtube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL ©2021 Merdeka.com
3 dari 4 halaman

Protes Kinerja Lurah

Dalam video, Dedi menyebut jika dirinya sudah beberapa kali berkunjung ke daerah tersebut untuk meninjau penanganan masalah sampah. Namun, rupanya belum ada tindakan dari lurah setempat untuk mengatasi masalah sampah tersebut.

"Pak Lurah kan waktu itu udah ngasih tahu bikin tempat pembuangan sementara. Pak Lurah action-nya apa," ungkap Dedi.

"Seharusnya bapak tahu sinyal lho, saya kan sudah hampir seminggu lewat sini terus saya suruh orang buat babat (bambu). Bukan urusan dengan sayanya tapi tanggung jawabnya pak. Kalau saya mah gak penting tapi tanggung jawab lingkungan ini," tambahnya.

dedi mulyadi
Youtube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL ©2021 Merdeka.com
4 dari 4 halaman

Singgung Soal Tunjangan

Dedi pun semakin kesal dan mengomel kepada lurah tersebut setelah mengetahui tunjangan yang didapat ternyata cukup besar. Namun, hal itu justru disebut tak sebanding dengan kinerjanya terhadap lingkungan.

"Bapak dapat tunjangan berapa per bulan? Bayangin tunjangannya Rp10 juta lho gede kan. Bayangin gaji tukang sapu berapa Rp2 juta tiap bulan kerjanya full sampai kena beling. Bapak tunjangannya Rp10 juta gede pak harus dipertanggung jawabkan dalam bentuk kinerja. Saya hanya cinta aja lingkungan," ungkap Dedi Mulyadi.

dedi mulyadi
Youtube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL ©2021 Merdeka.com
(mdk/khu)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami